Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Akses Jalan Ditutup Perusahaan, Kehidupan Masyarakat Kotarih Makin Memprihatinkan

Redaksi - Rabu, 11 Maret 2020 18:54 WIB
247 view
Akses Jalan Ditutup Perusahaan, Kehidupan Masyarakat Kotarih Makin Memprihatinkan
Foto SIB/Dok
UNJUK RASA :  Warga Desa Kotarih berunjukrasa, di depan jalan yang aksesnya ditutup oleh perusahaan PT SRA beberapa bulan lalu. 
Kotarih (SIB)
Untuk mengeluarkan hasil pertaniannya, masyarakat Desa Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), harus melalui jalan alternatif yang jaraknya cukup jauh dengan kondisi jalan tanah yang sangat licin dan topografi yang berbukit. Untuk melewati jalan tersebut harus ekstra hati-hati.

Hal itu terpaksa dilakukan petani karena akses jalan masyarakat yang ada sudah berbulan-bulan ditutup dengan portal oleh perusahaan perkebunan PT Sri Rahayu Agung (SRA) yang berlokasi di wilayah setempat.

Menurut T Purba, R Saragih bersama warga desa lainnya, butuh penambahan waktu 2 sampai 3 jam jika melewati jalan alternatif di banding melewati akses jalan umum yang sudah ditutup tersebut.

"Lewat jalan alternatif, medannya berbukit dan licin. Sudah banyak masyarakat yang menjadi korban jatuh ke jurang di sisi kiri dan kanan jalan," keluh warga kepada SIB, Rabu (11/3/2020), di Kotarih.

Terkait penutupan akses jalan yang sudah berbulan-bulan lamanya, warga setempat pun sudah pernah berunjukrasa meminta portal jalan dibuka, namun aksi mereka terkesan sia-sia. Pihak perusahaan tetap bersikeras tidak membuka palang portal jalan tersebut. Karenanya, warga berharap pemerintah segera turun tangan.

Kondisi ini membuat kehidupan masyarakat di daerah ini semakin terpuruk dan memprihatinkan. Biaya yang dikeluarkan mengangkut hasil pertanian sangat mahal. Mudah-mudahan dengan kedatangan anggota DPR RI dari komisi III dan ketua DPRD Sergai kemarin, masalah ini dapat diselesaikan.

“Anggota dewan asal Partai Gerindra tersebut cukup prihatin dengan kondisi warga di sini dan berjanji akan memperjuangkan masalah ini. Mereka juga akan mempertanyakan HGU perkebunan PT SRA,” tegas warga. (*)


Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru