Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Pemko Medan Siapkan Vaksinasi Covid-19

Redaksi - Selasa, 05 Januari 2021 20:18 WIB
423 view
Pemko Medan Siapkan Vaksinasi Covid-19
Foto : Dok/Humas Pemko Medan
 Ikuti Rakor : BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring mengikuti Rakor kesiapan penanganan vaksinasi Covid-19 dan kegiatan penegakan protokol kesehatan secara virtual di Command Centre Balai Kota Medan, Selasa (5/1/2021). 
Medan (SIB)
Mengingat program vaksinasi Covid-19 akan dimulai secara serentak di Indonesia mulai 13 Januari 2021, setiap daerah termasuk Kota Medan diminta untuk melakukan persiapan pelaksanaan proses vaksinasi yang bertujuan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, sehingga menghasilkan antibodi guna melawan virus Corona dapat berjalan lancar.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan penanganan Vaksinasi Covid-19 dan Kegiatan Penegakan Protokol Kesehatan yang dilakukan secara virtual, dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Command Centre Balai Kota Medan, Selasa (5/1/2021).

Dikatakan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring usai Rakor, Pemko Medan langsung melakukan persiapan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di Medan.

“Vaksinasi Covid-19 di Medan akan dimulai dengan Plt Wali Kota, Sekda, Ketua dan anggota dewan serta diikuti dengan Forkopimda lainnya,” jelasnya.
Dijelaskan, meski telah menjalani vaksinasi Covid-19, masyarakat diminta tidak abai mengikuti protokol kesehatan.

"Vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk membantu masyarakat. Walaupun sudah divaksin, masyarakat harus selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak menghindari kerumunan,” pesannya.

Sementara dijelaskan Menkes sebelumnya, penyuntikan perdana akan dilakukan terhadap Presiden tanggal 13 Januari 2021 dan diikuti secara serentak di 34 provinsi lain. Ditambahkan, proses vaksinasi akan berlangsung selama 15 bulan, mulai Januari 2021 sampai Maret 2022 dengan jumlah populasi mencapai 181,5 juta jiwa.

Menurutnya, tenaga kesehatan dan pelayan publik akan mendapat prioritas vaksinasi pertama. Kemudian diikuti masyarakat yang berusia 18-59 tahun. Sedangkan masyarakat umur 60 tahun ke atas akan divaksin setelah mendapatkan informasi keamanan untuk kelompok tersebut.

Diterangkan, perinciannya yaitu petugas kesehatan sebanyak 1,6 juta jiwa, petugas publik 17,4 juta jiwa, lansia 21,5 juta jiwa, masyarakat rentan 63,9 juta jiwa serta masyarakat lainnya 77,1 juta jiwa. (*).

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru