Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Bupati Langkat Perintahkan Inspektorat Usut Tudingan Pengutipan Dana BOS

Redaksi - Jumat, 08 Januari 2021 12:27 WIB
567 view
Bupati Langkat Perintahkan Inspektorat Usut Tudingan  Pengutipan Dana BOS
Foto Dok/ PWI Lkt
Foto Bersama: Bupati Langkat  Terbit Rencana Peranginangin  bersama Pengurus  PWI Langkat  berfoto  bersama saat audiensi di rumah pribadi bupati, di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala, Langkat, Kamis
Langkat (SIB)
Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin akan memerintahkan Kepala Inspektorat untuk memeriksa jajaran Dinas Pendidikan dan Pengajaran, terkait tudingan pengutipan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 200 ribu - Rp 300 ribu persiswa. Apalagi kutipan disebut sebagai fee disetor untuk Bupati Langkat.

“Kita minta Inspektorat Langkat segera menelusuri. Bila benar ada oknum yang terlibat akan segera kita tindak. Jika tudingan itu fitnah, tentu saya akan mempertimbangkan upaya hukum," sebut Peranginangin saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Langkat 2020-2023, diketuai M Darwis Sinulingga, di rumah pribadi bupati di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala, Langkat, Kamis (7/1/2021).

Hal itu ditegaskan Bupati menanggapi informasi yang beredar dan seakan-akan dirinya tidak merespon pemberitaan tersebut. Ia mengaku sengaja tidak menanggapi sejumlah tudingan miring di media sosial karena menganggapnya tidak benar dan mengada-ngada.

Peranginangin yang didampingi Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin, Staf Ahli Sedar Sembiring, Kepala Inspektorat Langkat Amril MAP, Kadis Kominfo Langkat Sahmadi dan Kabag Umum Eka Depari itu, mengaku juga disebut-sebut melakukan sejumlah praktek korupsi saat menjabat Ketua DPRD Langkat, serta tidak membayar pajak perusahaan PKS miliknya.

Padahal, lanjutnya, sejak menjabat Ketua DPRD, ia tidak pernah bermain proyek di Pemkab. Termasuk tudingan dualisme Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekeja Transport Indonesia (F-SPTI/K SPSI). Artinya tudingan miring itu memang sengaja dilontarkan dan tidak ditanggapinya karena tanpa bukti dan fakta.

Untuk itu, ia meminta PWI sebagai wadah organisatoris wartawan tertua di Indonesia dapat menjadi wadah kontrol sosial yang bersifat konstruktif. Karena pada dasarnya Pemkab Langkat tidak pernah alergi dengan kritik. Apalagi kritik itu bersifat membangun dan akan menjadi bahan instrospeksi baik secara pribadi, sebagai Bupati maupun Pemkab Langkat sebagai lembaga agar tidak salah dalam melangkah maupun mengambil kebijakan selama ini.

“Kita tidak alergi dengan kritik apalagi bersifat membangun . Karena dengan adanya kritik Pemkab Langkat dapat melakukan introspeksi diri,"ujarnya.

Ia juga mengatakan siap mendukung program PWI Langkat yang akan melaksanakan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), guna meningkatkan profesionalisme wartawan terutama dalam setiap pemberitaan berpegang teguh pada Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu, Ketua PWI Langkat menyampaikan terima kasih kepada Bupati Langkat dan memberikan Uis Beka Buluh kepada Bupati Langkat yang bermakna agar Bupati dalam memimpin tetap diberikan kebijaksanaan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. (*).

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru