Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 04 Mei 2026

Kasus Penembakan yang Menewaskan Ridho Gufa, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Redaksi - Selasa, 30 Maret 2021 20:29 WIB
453 view
Kasus Penembakan yang Menewaskan Ridho Gufa, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Internet
Ilustrasi penembakan
Belawan (SIB)
Kasus penembakan yang mengakibatkan tewasnya, joki balap liar, M Ridho Gufa (37) warga Kampung Keluarga, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, hingga kini masih dalam tahap penyelidikan pihak Polres Pelabuhan Belawan.
Selain itu, pada Selasa (30/3/2021) diperoleh informasi, pihak kepolisian juga dikabarkan sedang melakukan uji balistik terhadap barang bukti berupa proyektil peluru, untuk mengetahui senjata jenis apa yang digunakan pelaku melakukan penembakan, sehingga korban tewas.
"Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, mohon doanya, mudah-mudahan segera terungkap," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon genggamnya, tanpa menyebutkan identitas maupun jumlah saksi yang diperiksa.
Seperti diketahui, M Ridho Gufa, tewas pada Minggu dini hari (28/3/2021) setelah mengalami luka tembak pada bagian kepala.
Seperti diberitakan sebelumnya, menurut salah seorang pihak keluarga korban yakni Sulaiman, peristiwa penembakan yang dilakukan orang tidak dikenal/OTK tersebut terjadi di kawasan Jalan KL Yos Sudarso KM 13, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.
Saat itu, korban yang bersama pihak keluarganya baru pulang menghadiri perayaan hari besar keagamaan, dijemput oleh dua orang kenalannya untuk menjadi joki balap jalanan/balap liar dengan mengendarai Kawasaki Ninja.
Disebutkan, korban bersama sejumlah pria kenalannya itu, bergerak menuju lokasi balapan jalanan sekira pukul 01.00 WIB.
Namun ketika, korban sedang melakukan pemanasan sepeda motor yang akan dikendarainya, tiba-tiba, tidak diketahui secara pasti siapa pelakunya, apa oknum tertentu yang sebelumnya telah berada di lokasi balap jalanan atau baru saja muncul, menembak kepala M Ridho Gufa, yang mengakibatkan pria beristri dan telah memiliki seorang anak perempuan yang masih kecil tersebut, meninggal dunia.
Pihak keluarga juga mengatakan, setelah berkeluarga, korban sudah cukup lama tidak terlibat atau bertindak sebagai joki balap liar, korban lebih banyak mencurahkan perhatian dalam kegiatan keagamaan.
Bahkan korban, akhir-akhir ini kerap menyoroti kegiatan permainan mesin permainan ketangkasan yang telah dimodifikasi menjadi mesin permainan judi tembak ikan dan ding dong yang dioperasikan oknum maupun pihak tertentu disekitar tempat tinggalnya.
Sementara itu, sejumlah warga di Kecamatan Medan Labuhan, diantaranya D kepada wartawan mengatakan, atas peristiwa yang menewaskan korban tersebut masyarakat berharap pihak berwajib segera meringkus pelaku, sehingga dapat diketahui apa motif penembakan mematikan tersebut.
"Saat ini, orang masih menduga-duga, apakah terkait balap liar yang belum sempat berlangsung atau ada penyebab lain, diserahkan saja kepada pihak kepolisian untuk mengungkapnya," ujar D kepada wartawan.(*)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru