Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Ibadah Jumat Agung di Rantauprapat Aman

Redaksi - Jumat, 02 April 2021 20:13 WIB
512 view
Ibadah Jumat Agung di Rantauprapat Aman
(Foto SIB/Efran Simanjuntak)
PERJAMUAN KUDUS : Pdt Rini Hutajulu SH memimpin perjamuan kudus bagi jemaat dewasa di  HKBP Padangpasir Resort Rantauprapat, pada ibadah Jumat Agung memperingati kematian Yesus Kristus, Jumat (2/4/2021). Ibadah Jumat Agung di Rantauprapa
Rantauprapat (SIB)

Ibadah Jumat Agung di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu berlangsung aman, Jumat (2/4/2021) pagi hingga ibadah sore. Gereja-gereja yang memperingati wafatnya Yesus Kristus dikawal aparat kepolisian dan pemuda Batak.

"Aman dan kondusif," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menjawab SIB melalui aplikasi pesan.

Kaplores menurunkan seluruh kekuatan personel untuk mengamankan ibadah Jumat Agung di gereja-gereja di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, yaitu Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara.

Ibadah pagi di HKBP Padangpasir Resort Rantauprapat dipimpin Pdt Rini Hutajulu STh dibantu liturgis St J Simatupang, pewarta St K Siregar, pelayanan musik St NR Sihombing dan seluruh penatua.

Pdt Rini menyampaikan khotbah bertema Yesus mati, yang dikutip dari Injil Lukas 23:44-48. Ia menyampaikan, ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar dan tabir Bait Suci terbelah dua.

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian, Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar! Dan sesudah seluruh orang banyak yang datang berkerumun di situ untuk menonton, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.

"Yesus disalibkan dan mati oleh karena dosa kita. Salib mengingatkan kita akan penderitaan Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia," ungkap Pdt Rini.

"Yesus mengajarkan kebaikan, kebenaran dan damai sejahtera yang harus diteladani setiap orang percaya. Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal," jelasnya.

Setelah berkotbah, Pdt Rini memimpin Perjamuan Kudus.Jemaat diberi roti sebagai lambang tubuh Yesus Kristus dan anggur melambangkan darah Yesus Kristus, sebagaimana dilakukan Yesus kepada murid-muridNya saat perjamuan malam menjelang hari raya Paskah, dan memerintahkan agar tetap diperbuat untuk memperingatiNya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru