Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

Populasi Udang Laut RI Terus Anjlok

- Kamis, 23 April 2015 13:17 WIB
295 view
Populasi Udang Laut RI Terus Anjlok
Jakarta (SIB)- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan gambaran singkat tentang berbagai macam jenis ikan laut di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) laut Indonesia. Dari 11 WPP tersebut kondisinya banyak yang sudah zona merah atau over fishing atau terlalu banyak dieksploitasi.

"Kalau dari angka terakhir, hasil penelitian ada beberapa tempat yang sudah merah atau over fishing dan sudah melebihi dari ketersediaan ikannya, kuning pas-pasan agar tidak ditambah izinnya dan masih ada yang hijau," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) KKP Achmad Poernomo saat berdiskusi dengan media di kantor Balitbang KP, Pasir Putih, Ancol Timur, Jakarta, Kamis (23/04/2015).

Dari gambaran tersebut didapat populasi udang paling banyak berwarna merah atau mengalami penurunan akibat penangkapan yang terlalu berlebihan. Seperti di Selatan Jawa (WPP 573), Laut China Selatan (WPP 711), Selat Malaka (WPP 571), Pantai Barat Sumatera (WPP 572), Laut Jawa (713), hingga Laut Arafura (718). Disusul kemudian ikan plagis kecil seperti kembung dan lain-lain.

Sementara zona laut yang masih berwarna hijau atau populasi berbagai ikan masih cukup banyak ada di Laut Bitung, Sulawesi Utara. Sedangkan yang berwarna merah hampir sebagian besar dan paling banyak ada di Laut Jawa, Jawa bagian Selatan, Arafura hingga Selat Malaka dan Pantai Barat Sumatera.

"Yang merah dan ikan jenis tertentu sudah over fishing," tambahnya.

Bisa jadi, makin banyaknya WPP yang berwarna merah akibat praktik illegal fishing yang cukup marak terjadi beberapa tahun terakhir oleh banyak negara seperti China bahkan beberapa negara di Asia Tenggara. Alasannya WPP laut Indonesia memiliki sumber daya ikan yang cukup besar.

"Termasuk IUU Fishing itu. Ikan kita dibawa keluar dan makanya dihentikan Ibu menteri kita. Kita ini negara besar dan produksi kita nomor 4 terbesar di dunia. Dengan banyaknya pencurian di laut kita, itu membuktikan sumber daya laut kita cukup tinggi. Dibandingkan Asia Tenggara kita paling tinggi stoknya," katanya.

Sepakat dengan Achmad, Kepala Balai Penelitian Perikanan Laut KKP Ali Suman menegaskan mayoritas WPP di laut Indonesia sudah over fishing dan harus ada tindakan lebih lanjut.

"Stok kita tidak menggembirakan 50-60% sudah over fishing dan perlu tindakan cepat untuk pengelolaan," tegasnya.


(detik.com/A22)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru