Bandung (SIB) - Dahulu di dalam ruangan ini hadir para pendahulu kita yang menginspirasi dunia. Di ruangan ini semangat sang inisiator, pemimpin besar, Bung Karno, masih menggema. Di ruangan ini, gelora perjuangan pemimpin besar Jawaharlal Nehru terasa masih menyala. Di ruangan ini semangat solidaritas pemimpin besar Mohammad Ali Bogra terasa belumlah padam.
Di ruangan ini, cita-cita suci pemimpin besar Sir Jhon Kotelawala untuk memakmurkan rakyatnya terasa masih menggema. Di ruangan ini kesabaran revolusioner pemimpin besar U-Nu terasa masih menyentuh dinding-dinding hati kita.
Kata-kata itu dilontarkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pidatonya pada puncak acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka Jln Asia Afrika, Bandung Jumat (24/4). Hadir 21 Kepala Negara dan ratusan anggota delegasi utusan Negara dari Benua Asia dan Afrika, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR, Ketua DPD, Ketua DPR-RI, Megawati Soekarnoputri (putri sulung Bung Karno), para Menteri dan undangan.
Tiga Kepala Negara mewakili 109 negara di Benua Asia Afrika yakni Presiden RI Joko Widodo, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Raja Swaziland, Mswati III menandatangani Pesan Bandung berisikan antara lain perjuangan kemerdekaan Palestina dan kesepakatan memerangi radikalisme, akan dibawa ke Sidang Umum PBB September mendatang.
ANTUSIAS KAA
Wartawan SIB di Bandung Jan Pieter H Sitompul, melaporkan Jumat (24/4) pukul 06.00 Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil naik sepeda meninjau kawasan Gedung Merdeka tempat puncak acara KAA. Kemudian Presiden RI, Joko Widodo dikawal Paspampres pada pukul 07.30 sudah keliling Kota Bandung, melihat kesiapan panitia dan aparat keamanan.
Warga Kota Bandung antusias menyambut para tamu sejak mendarat di Bandara Husein Sastranegara dan melintasi Jalan Padjadjaran, Cihampelas, Wastukencana, Martadinata, Merdeka, Lembong, Tamblong dan masuk ke Jalan Asia Afrika, Hotel Savoy Homann.
Puncak acara KAA diliput 3.000 lebih wartawan dalam dan luar negeri. Di sepanjang jalan yang dilalui para delegasi, ribuan pelajar SD dan SMP/SMA berdiri berjajar melambai-lambaikan bendera Indonesia dan bendera Negara-negara Asia Afrika.
Ketua Panitia tingkat nasional Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan MPA dan Ketua Panitia tingkat Bandung, Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), diberi waktu hanya 60 hari mempersiapkan segala sesuatunya. Pada Kamis malam (23/4) pukul 23.15 wartawan SIB menyaksikan langsung Luhut Panjaitan didampingi Menlu Retno Marsudi, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menkominfo Rudiantara, masih memberikan arahan dan aba-aba di sepanjang Jalan Asia Afrika di depan Hotel Savoy Homann dan di dalam Gedung Merdeka. Padahal baru saja siang harinya Luhut menyaksikan gladi gresik, setelah itu kembali terbang ke Jakarta dan malam harinya ke Bandung lagi, seperti tak kenal lelah.
Dilaporkan, di sepanjang Jalan Asia Afrika, berjejer batu bundar ukuran besar masing-masing bertuliskan nama 109 negara di Benua Asia dan Benua Afrika. Di seluruh jalan protokol Kota Bandung, dipampang baliho gambar Soekarno dan gambar Nelson Mandela, keduanya tokoh tersohor Asia Afrika.
Hari Kamis, dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya, telah diadakan gempita harmoni musik angklung diikuti 20.000 peserta yang memecahkan rekor Muri, berlangsung di Stadion Siliwangi Jln Lombok, Bandung.
Demi keamanan, para awak media paling dekat hanya boleh di Ring 2 Media Center di Hotel Ibis Jln Braga. Sejumlah tamu asing dan warga kota Bandung memuji pelaksanaan KAA ke-60 ini sukses. Mereka meminta agar pelaksanaan KAA tidak hanya sekali 10 tahun tetapi kalau boleh sekali 5 tahun.
Hal itu tidak terlepas atas kerjasama seluruh panitia dengan aparat keamanan. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim, yang tidak mau mengambil risiko sekecil apapun mengerahkan aparatnya dan jajaran Polda Jawa Barat sekuat tenaga. Lalu lintas Jalan Asia Afrika atas perintah Pangdam ditutup sejak Kamis (23/4) pukul 06.00 sampai Jumat (24/4) pukul 24.00.
Hotel Savoy Homann tempat menginap Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok, Gedung Merdeka dan sepanjang Jalan Asia Afrika mulai dari Kantor Pos sampai Simpang Lima Jalan Gatot Subroto dinyatakan merupakan Ring 1.
Seperti diketahui, Gedung Merdeka Asia Afrika Bandung, dibangun tahun 1895 pada zaman penjajahan Belanda. Hingga kini telah berusia 120 tahun, tetap kokoh dan arsiteknya tetap membuat orang terkagum-kagum. Gedung Merdeka Bandung ditetapkan menjadi cagar budaya yang tidak boleh direnovasi.
Puncak acara KAA ke 60 di Bandung, pagi hari pukul 09.30 diawali parade yang diikuti 25 Negara di sepanjang Jalan Asia Afrika. Kemudian 22 Kepala Negara termasuk Presiden RI dan Ibu Negara serta anggota delegasi benua Asia Afrika keluar bersama-sama dari hotel melakukan napak tilas “historical walk†dengan berjalan kaki menuju Gedung Merdeka.
Di Gedung Medeka, Wali Kota Bandung memberikan kata sambutan dan membacakan 10 Dasa Sila Bandung, kemudian dikumandangkan lagu “Halo-Halo Bandung†oleh mahasiswi Universitas Padjadjaran, dilanjutkan pidato Presiden RI dan beberapa kepala negara.
Selesai acara di gedung Merdeka, Jokowi meresmikan museum Asia Afrika. Kemudian melakukan sholat Jumat bersama kepala negara yang beragama Islam di Mesid Raya di kawasan alun-alun. Dari Mesjid berangkat ke Pakuan (rumah dinas Gubernur Jabar Achmad Heriawan) untuk makan siang. Dari situ menuju Bandara Husein Sastranegara untuk kembali ke Jakarta.
Sekira pukul 17.00 warga tumpah ruah ke Jalan Asia Afrika meluapkan kegembiraan bersama anggota keluarganya masing-masing. Hari Sabtu dan Minggu sepanjang Jalan Asia Afrika diinstruksikan oleh Wali Kota Ridwan Kamil menjadi kawasan “car free day†memberi kesempatan kepada rakyat untuk berpesta atas keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah yang baik pelaksanaan peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60. (G04/d)