Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

Seluruh Warga Bandung Sambut Meriah Peringatan 60 Tahun KAA

* “Pesan Bandung” akan Dibawa ke Sidang Umum PBB
- Minggu, 26 April 2015 23:26 WIB
531 view
Seluruh Warga Bandung Sambut Meriah Peringatan 60 Tahun KAA
SIB / JPH Sitompul
PERIKSA PERSIAPAN: Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan bersama Menlu Retno Marsudi, pada Hari Kamis (23/4) pukul 23.15 masih memberikan arahan kepada anggota panitia di dalam gedung Merdeka tempat dilaksanakannya puncak KAA ke 60.
Bandung (SIB) - Dahulu di dalam ruangan ini hadir para pendahulu kita yang menginspirasi dunia. Di ruangan ini semangat sang inisiator, pemimpin besar, Bung Karno,  masih menggema. Di ruangan ini, gelora perjuangan pemimpin besar  Jawaharlal Nehru terasa masih menyala. Di ruangan ini semangat  solidaritas pemimpin  besar Mohammad Ali  Bogra terasa belumlah padam. 

Di ruangan ini, cita-cita suci pemimpin besar Sir Jhon Kotelawala  untuk memakmurkan rakyatnya terasa masih menggema. Di ruangan ini kesabaran revolusioner pemimpin besar U-Nu terasa masih menyentuh dinding-dinding hati kita. 

Kata-kata itu dilontarkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pidatonya pada puncak acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka Jln Asia Afrika, Bandung Jumat (24/4). Hadir 21 Kepala Negara dan ratusan anggota delegasi  utusan Negara dari Benua Asia dan Afrika, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR, Ketua DPD, Ketua DPR-RI, Megawati Soekarnoputri (putri sulung Bung Karno), para Menteri dan undangan.  

Tiga Kepala Negara mewakili 109 negara di Benua Asia Afrika yakni Presiden RI Joko Widodo, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Raja Swaziland,  Mswati III menandatangani Pesan Bandung berisikan antara lain perjuangan kemerdekaan Palestina dan kesepakatan memerangi radikalisme, akan dibawa ke Sidang Umum PBB September mendatang. 

ANTUSIAS KAA 
Wartawan SIB di Bandung Jan Pieter H Sitompul, melaporkan Jumat (24/4) pukul 06.00  Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil naik sepeda meninjau kawasan Gedung Merdeka tempat puncak acara KAA. Kemudian Presiden RI, Joko Widodo dikawal Paspampres pada pukul 07.30 sudah keliling Kota Bandung, melihat kesiapan panitia dan aparat keamanan. 

Warga Kota Bandung antusias menyambut para tamu sejak mendarat di Bandara Husein Sastranegara dan melintasi Jalan Padjadjaran, Cihampelas, Wastukencana, Martadinata, Merdeka, Lembong, Tamblong dan masuk ke Jalan Asia Afrika, Hotel Savoy Homann. 

Puncak acara KAA  diliput 3.000 lebih wartawan dalam dan luar negeri. Di sepanjang jalan yang dilalui para delegasi,  ribuan pelajar SD dan SMP/SMA berdiri berjajar melambai-lambaikan bendera Indonesia dan bendera Negara-negara  Asia Afrika. 

Ketua Panitia tingkat nasional Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan MPA dan Ketua Panitia tingkat Bandung, Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), diberi waktu hanya 60 hari mempersiapkan segala sesuatunya. Pada Kamis malam (23/4) pukul 23.15 wartawan SIB menyaksikan langsung Luhut Panjaitan didampingi Menlu  Retno Marsudi, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menkominfo Rudiantara, masih memberikan arahan dan aba-aba di sepanjang Jalan Asia Afrika di depan Hotel Savoy Homann dan  di dalam Gedung Merdeka. Padahal baru saja siang harinya Luhut menyaksikan gladi gresik, setelah itu kembali terbang ke Jakarta dan malam harinya ke Bandung lagi, seperti tak kenal lelah. 

Dilaporkan, di  sepanjang Jalan  Asia Afrika,  berjejer batu bundar ukuran besar masing-masing bertuliskan nama 109 negara di Benua Asia dan Benua Afrika. Di  seluruh jalan protokol Kota Bandung, dipampang baliho gambar Soekarno dan gambar Nelson Mandela, keduanya tokoh tersohor  Asia Afrika. 

Hari Kamis, dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya,  telah diadakan gempita harmoni musik angklung diikuti 20.000 peserta yang memecahkan rekor Muri, berlangsung di Stadion Siliwangi Jln Lombok, Bandung. 

Demi keamanan, para awak media paling dekat hanya boleh  di Ring 2 Media Center di Hotel Ibis Jln Braga. Sejumlah tamu asing dan warga kota Bandung memuji  pelaksanaan KAA ke-60 ini sukses.  Mereka meminta agar  pelaksanaan KAA tidak hanya sekali 10 tahun tetapi kalau boleh sekali 5 tahun. 

Hal itu tidak terlepas  atas kerjasama seluruh panitia dengan aparat keamanan.  Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim,  yang tidak mau mengambil risiko sekecil apapun mengerahkan aparatnya dan jajaran Polda Jawa Barat   sekuat tenaga. Lalu lintas Jalan Asia Afrika atas perintah Pangdam  ditutup sejak Kamis (23/4) pukul 06.00 sampai Jumat (24/4) pukul 24.00. 

Hotel Savoy Homann tempat menginap Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok,  Gedung Merdeka dan sepanjang Jalan Asia Afrika mulai dari Kantor Pos sampai Simpang Lima Jalan Gatot Subroto dinyatakan merupakan Ring 1. 

Seperti diketahui, Gedung Merdeka Asia Afrika Bandung, dibangun tahun 1895 pada zaman  penjajahan Belanda. Hingga kini telah berusia 120 tahun, tetap  kokoh dan arsiteknya tetap membuat orang terkagum-kagum.  Gedung Merdeka Bandung ditetapkan  menjadi cagar budaya yang tidak boleh direnovasi. 

Puncak acara KAA ke 60 di Bandung,  pagi hari pukul  09.30 diawali parade yang diikuti 25 Negara di sepanjang Jalan Asia Afrika. Kemudian 22 Kepala Negara termasuk Presiden RI dan Ibu Negara serta anggota delegasi benua Asia Afrika keluar bersama-sama dari hotel melakukan napak tilas “historical walk” dengan berjalan kaki menuju Gedung Merdeka. 

Di Gedung Medeka, Wali Kota Bandung memberikan kata sambutan dan membacakan 10 Dasa Sila Bandung, kemudian  dikumandangkan lagu “Halo-Halo Bandung” oleh mahasiswi Universitas Padjadjaran, dilanjutkan  pidato  Presiden RI dan beberapa kepala negara. 

Selesai acara di gedung Merdeka, Jokowi meresmikan museum Asia Afrika. Kemudian melakukan  sholat Jumat bersama kepala negara yang beragama Islam di Mesid Raya di kawasan alun-alun. Dari Mesjid berangkat ke Pakuan (rumah dinas Gubernur Jabar Achmad Heriawan) untuk makan siang. Dari situ  menuju Bandara Husein Sastranegara untuk kembali ke Jakarta. 

Sekira pukul 17.00 warga tumpah ruah ke Jalan Asia Afrika meluapkan kegembiraan bersama anggota keluarganya masing-masing. Hari Sabtu dan Minggu sepanjang Jalan Asia Afrika diinstruksikan oleh Wali Kota Ridwan Kamil  menjadi kawasan  â€œcar free day” memberi kesempatan kepada rakyat untuk berpesta atas keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah yang baik pelaksanaan peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60. (G04/d) 




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru