Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

Novel Baswedan Ditangkap Paksa di Rumahnya di Kelapa Gading?

- Jumat, 01 Mei 2015 10:01 WIB
450 view
Novel Baswedan Ditangkap Paksa di Rumahnya di Kelapa Gading?
Jakarta (SIB)- Penyidik Bareskrim Mabes Polri menjemput paksa penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Usai dijemput di rumahnya, Novel langsung dibawa ke Bareskrim.

Informasi yang dihimpun, Novel ditangkap di kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel diamankan sekitar pukul 00.00 WIB.

"Tadi memang ada pesan pendek dari HP Novel yang menyebutkan dirinya ditangkap," kata Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, Jumat (1/5/2015).

Novel di tangkap di rumahnya di Jakarta Utara. Pimpinan KPK sangat kaget dengan penangkapan penyidik andalannya ini.

"Info ini sangat mengagetkan pimpinan dan jajaran KPK," tegas Arsa.

Pengacara Bergegas ke Bareskrim Polri


Pengacara Novel Baswedan, Muji Kartika Rahayu membenarkan penangkapan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Novel saat ini sudah berada di Bareskrim Polri.

"Ditangkap jam 12 tadi di rumahnya Kelapa Gading. Pak Novel sekarang di Bareskrim," kata pengacara Novel, Muji Kartika Rahayu.

Belum diketahui soal isi surat penangkapan. Kabar penangkapan ini diketahui tim pengacara melalui keluarga Novel.

"Kita dikasih tahu keluarga, kita lagi mau kesana," sambungnya.

Diduga penangkapan ini terkait kasus penanganan perkara pencurian sarang burung walet tahun 2004 di Bengkulu. "Kasusnya memang cuma itu," kata Muji.

Sementara itu, Pimpinan KPK langsung merespon penjemputan paksa penyidik andalannya, Novel Baswedan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri. Pimpinan akan langsung mengontak Kapolri Jenderal Badrodin Haiti agar Novel dilepas.

"Saat ini pimpinan KPK sedang berupaya menanyakan dan koordinasikan dengan pihak Polri," jelas Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha.

Pimpinan KPK mendapatkan pemberitahuan soal penangkapan ini langsung dari Novel. Sesaat sebelum dijemput paksa, Novel mengirimkan pesan singkat ke pimpinan.

"Tadi memang ada pesan pendek dari HP Novel yang menyebutkan dirinya ditangkap," jelas Arsa.

Kini, Novel sudah berada di Bareskrim Mabes Polri. Belum diketahui, apa alasan Bareskrim menjemput paksa Novel.

Hingga saat ini, pimpinan KPK yang baru bisa dikontak terkait penangkapan Novel Baswedan adalah Johan Budi. Johan menegaskan, dirinya akan mengupayakan segala cara agar Novel bisa dibebaskan.

"Saya akan mencoba untuk mengkonfirmasi ke Polri," kata Johan pukul 02.00 WIB.

Johan akan mengupayakan segala cara agar Novel bisa dibebaskan. Pasalnya, tak jelas alasan penyidik Bareskrim menjemput Novel.

"Makanya akan kita tanyakan itu," tegas Johan.

Novel di tangkap di rumahnya di Jakarta Utara. Pimpinan KPK sangat kaget dengan penangkapan penyidik andalannya ini.

"Info ini sangat mengagetkan pimpinan dan jajaran KPK," kata Kabag Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha.

Usman Hamid Sambangi Bareskrim

Pengacara Bambang Widjajanto, Usman Hamid terlihat di Bareskrim Polri. Kedatangan Usman untuk mengkonfirmasi penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan.

Usman Hamid datang sekitar pukul 02.30 WIB, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2015). Usman yang mengenakan jaket merah marun kotak-kotak ini datang seorang diri.

"Saya dari istrinya (Istri Novel) jam 12 diberitahukan hal penangkapan Pak Novel. Pak Novel diminta ikut ke Polri," kata Usman.

Usman belum mengetahui persis perkara yang disangkakan kepada Novel Baswden, sehingga harus dilakukan penangkapan tengah malam. "Ini terkait kasus yang penganiayaan," imbuhnya.

Hingga saat ini belum ada informasi lain mengenai penangkapan Novel. Menurut Usman, keluarga yang mengetahui penangkapan ini masih shock.

"Istri masih shock," ungkapnya.

Sementara pengacara Novel, Muji Kartika Rahayu memastikan akan tiba di Bareskrim Polri dalam waktu 40 menit. "Saya masih dalam perjalanan," ujarnya.

Tim pengacara Novel menyebut penangkapan itu terkesan dipaksakan oleh Polri.

"Iyalah ini dipaksakan," ujar pengacara Novel yang juga Direktur Advokasi LBHI, Bahrain di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2015).

Bahrain menilai pihak Bareskrim Polri menganggap kejadian penembakan di Bengkulu saat Novel menjadi Kasat Reskrim masih belum kedaluarsa.

"Padahal kan sudah dipastikan bukan dia yang menembak tapi anak buahnya," terangnya.

Dia juga menyebut mendapat kabar soal penangkapan dari istri Novel Baswedan. Dia menunjukkan surat penangkapan Bareskrim Polri kepada Bahrain lewat pesan elektronik.

"Tolong kasih tahu kawan kawan," kata Bahrain menirukan pesan istri Novel Baswedan.

(detik.com)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru