Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

Diduga Terorisme, Ditembak Mati di Boston

- Rabu, 03 Juni 2015 10:56 WIB
227 view
Diduga Terorisme, Ditembak Mati di Boston
Boston (SIB)- Seorang tersangka teror yang tengah diawasi FBI tewas ditembak di luar sebuah apotek di Boston, Amerika Serikat. Pria berusia 26 tahun ini ditembak setelah menodongkan pisau kepada polisi dan agen FBI.

FBI menolak untuk mengomentari segala tudingan yang berkaitan dengan tersangka bernama Usaama Rahim ini. Namun kepolisian setempat menyebut Rahim menolak perintah berulang kali dari polisi, untuk menjatuhkan pisaunya sebelum akhirnya ditembak di luar apotek CVS.

Seperti dilansir AFP, Rabu (3/6/2015), Komisioner Kepolisian Boston, William Evans menyatakan Rahim tengah diawasi FBI dan polisi terkait informasi terorisme. Namun Evans menolak untuk mengomentari laporan media AS bahwa Rahim diradikalisasi oleh militan di Suriah.

"Kami meyakini dia menjadi ancaman. Dia adalah seseorang yang kami awasi baru-baru ini," tutur Evans.

Kepolisian Boston dan FBI menyatakan, mereka mencoba mendekati Rahim untuk menginterogasinya di lokasi kejadian. FBI mengkonfirmasi bahwa mereka tidak membawa surat perintah penangkapan untuk Rahim dan tidak berniat menahannya.

Evans menuturkan, polisi memiliki video yang menunjukkan tersangka mendatangi polisi saat mereka menjauh. Evans juga menyatakan bahwa tersangka ditembak dua kali, yakni satu tembakan di bagian dada dan satu lagi di perut.

"Nyawa polisi dalam bahaya ketika dua polisi menggunakan senjata mereka. Baik FBI maupun kepolisian Boston melakukan apapun semampu mereka untuk memaksa orang ini menjatuhkan pisaunya," ucap Evans.

Agen khusus FBI di Boston, Vincent Lisi menyebut Rahim masuk dalam daftar pengawasan 24 jam. Namun Lisi menolak menjelaskan lebih lanjut kasus terorisme yang menjerat Rahim. "Kami menganggapnya berbahaya dan bersenjata," terangnya.

Rahim dinyatakan tewas usai dilarikan ke rumah sakit. Kematian Rahim masih dalam penyelidikan otoritas setempat.

(detik.com/A22)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru