Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

Berangkat ke Singapura, Presiden akan Bahas Pengembangan Batam

- Selasa, 28 Juli 2015 09:33 WIB
340 view
Berangkat ke Singapura, Presiden akan Bahas Pengembangan Batam
Jakarta (SIB)- Presiden Jokowi pagi ini bertolak ke Singapura. Salah satu agenda yang dibahas adalah soal pengembangan Kota Batam.

"Saya kira saya akan fokus bicara masalah pengembangan Batam, Bintan, Karimun karena memang bertahun-tahun kita tidak konsentrasi ke sana padahal ada sebuah potensi yang bisa diangkat dan diharapkan nanti ada kesepakatan," ujar Jokowi sesaat sebelum terbang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jaktim, Selasa (28/7/2015).

Jokowi bertolak pukul 08.05 WIB. Mengenakan setelah jas hitam, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana.

Menteri Kabinet Kerja yang mendampingin di antaranya, Menhan Ryamizard Ryacudu, Seskab Andi Widjajanto, Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki, Mendag Rachmat Gobel, Menkeu Bambang Brodjonegoro, Menlu Retno Marsudi, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Kepala BKPM Frangky Sibarani,

Jokowi mengatakan dirinya memang tidak ingin terlalu banyak bicara di Singapura. Dirinya mengaku ingin fokus berbicara soal pembangunan di Batam.

"Saya memang tidak ingin bicara terlalu banyak, hanya ingin fokus ke situ. Kalau memang kira-kira ada minat untuk pengembangan ya mau kita seperti apa, maunya Singapura seperti apa, tapi menurut saya yang terpenting pengembangan di Batam dan sekitarnya harus dilanjutkan, jangan sampai stuck terlalu lama," ungkapnya.

"Ya kita national interest tetap jadi pegangan untuk kepentingan nasional kita, gak ada yang lain. Artinya harus punya bargaining yang kuat kita kalau mau serius ke sana, kalau gak mau saya kira banyak lainnya yang antre," lanjutnya.

Jokowi juga dijadwalkan akan bertemu dengan para pebisnis Singapura. Salah satunya membahas soal kondisi ekonomi Indonesia dan peluang investasi.

"Menyampaikan kondisi ekonomi kita, peluang-peluang investasi kita yang bisa dimasuki seperti pelabuhan, power plant, jalan tol, terutama infrastruktur. Saya tidak mau jualan sumber daya alam," tutupnya.

(detik.com/A22)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru