Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

6 Menteri Direshuffle Siang Ini di Istana

- Rabu, 12 Agustus 2015 10:05 WIB
417 view
6 Menteri Direshuffle Siang Ini di Istana
JAKARTA (SIB)- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (11/8/2015) petang hingga malam, melakukan pertemuan empat mata di Istana Merdeka, Jakarta. Selain membahas soal kesiapan pidato kenegaraan pada 14 Agustus mendatang, pertemuan itu juga membahas soal penundaan pemilihan kepala daerah secara serentak di empat kabupaten kota dan kelangkaan daging sapi. Keduanya juga membahas khusus soal pergantian menteri di Kabinet Kerja.

Dikutip dari Kompas.com, pergantian enam menteri akan dilakukan pada Rabu (12/8/2015) siang sekitar pukul 14.00 WIB di Istana Negara. Disebutkan, cara Presiden Jokowi mengganti kabinetnya akan berbeda dengan pergantian kabinet yang dilakukan para presiden sebelumnya.

"Presiden akan langsung mengganti dan melantik menteri barunya di Istana Negara, Jakarta, Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB," tutur seorang pejabat tinggi negara, yang menjelaskan kepada Kompas, Selasa malam.

Saat ditanya Kompas, Wapres Kalla membenarkan adanya reshuffle kabinet.

"Reshuffle kabinet? Ha-ha-ha... tunggulah besok (Rabu, 12 Agustus 2015)," kata Kalla setelah bertemu dengan Presiden Jokowi.

Ketika disinggung enam calon menteri yang akan diganti dan dilantik langsung oleh Presiden, dia menjawab diplomatis.

"Di antaranya, ada menteri koordinator, menteri, dan pejabat setingkat menteri. Kalau nama-nama, tunggu sajalah besok dari Presiden," kata Kalla.

Menanggapi isu reshuffel, pengamat politik UGM Arie Sudjito mengatakan agar Jokowi memilih menteri yang bisa bekerja.

"Memilih menteri yang bersih, cerdas, dan berani membuat gebrakan sehingga menjadi nahkoda di kementerian," terang Arie dikutip dari detik.com.

Arie juga memberi ancer-ancer, mengenai sosok yang pengganti. Menurut dia, selain sosok bersih, cerdas, dan berani yang utama tidak kontroversial.

"Sebaiknya jangan memilih figur kontroversial. Jokowi harus memilih menteri yang bisa membantu presiden bukan membebani presiden. Reshuffle keharusan. Perubahan adalah keniscayaan untk kepentingan bangsa," tutup dia.

(A22)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru