Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Tiket Pesawat Mahal, Warga Perbatasan Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

- Selasa, 08 April 2014 11:18 WIB
445 view
 Tiket Pesawat Mahal, Warga Perbatasan Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih
Samarinda (SIB)- Warga di perbatasan Krayan di Nunukan, Kalimantan Utara, dengan Sabah Malaysia, terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya di pemilu 9 April 2014 mendatang. Ketiadaan penerbangan bersubsidi ke perbatasan menjadi salah satu penyebabnya.

Penerbangan bersubsidi rute Nunukan Kota ke Krayan, resmi berakhir sejak 31 Desember 2013 lalu. Itu pun penerbangan tidak berlangsung setiap hari melainkan hanya 4 kali dalam sepekan dengan menggunakan pesawat maskapai Susi Air berkapasitas 12 orang. Subsidi APBD Kabupaten Nunukan dinilai sangat meringankan warga perbatasan, mengingat harga tiket bersubsidi menjadi Rp 275.000 dari harga normal reguler Rp 1.205.000 tanpa subsidi.

"Tapi sekarang tidak ada lagi. Padahal alokasi APBD Kabupaten Nunukan untuk penerbangan bersubsidi senilai Rp 9 miliar hingga Desember 2014 sudah disetujui DPRD tapi belum dilelang sejak Januari 2014 lalu," kata warga Krayan Induk, Martinus Baru, saat dikonfirmasi, Senin (7/4).

Belum adanya kejelasan lanjutan penerbangan bersubsidi, membuat warga Krayan yang tinggal di Nunukan kota, terancam tidak bisa memberikan hak pilihnya pada pileg 9 April 2014 mendatang. Selain karena mahalnya tiket penerbangan reguler, juga mereka tidak terdaftar dalam DPT di Nunukan kota.

"Iya, tiket mahal, saudara kami berpikir di luar sana semisal di Nunukan, berpikir 2 kali untuk pulang (ke Krayan) hanya untuk memberikan hak pilih. Lagi pula tidak sedikit saudara kami yang tidak terdaftar di Nunukan kota untuk memilih di Nunukan kota, tidak perlu ke Krayan," ujar Martinus.

Warga Krayan lainnya, Fransiskus pun mengungkapkan hal yang sama. Di kampungnya di Desa Krayan Induk misalnya, terdapat tidak kurang dari 7.000 DPT yang tersebar di 46 TPS yang akan digunakan pada pileg 9 April 2014 mendatang. Sementara di Krayan Selatan, terdapat 9 TPS dengan DPT sekitar 2.200 pemilih. Itupun, sambung Fransiskus, lokasinya tidak berdekatan dan harus menembus medan yang sangat berat.

"Misal ada salah satu TPS, tercatat 500 orang pemilih. Karena banyak yang tidak bisa pulang karena tiket pesawat sangat mahal, paling tidak separuhnya saja yang bisa memilih memberikan hak suaranya," kata Fransiskus.

"Persoalan ketiadaan penerbangan bersubsidi lanjutan ini sudah kami sampaikan hingga aksi unjuk rasa kami beberapa waktu lalu. Tapi hingga saat ini pun belum ada kejelasan bagi kami di perbatasan, yang katanya sebagai garda terdepan bangsa," terangnya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara terbagi menjadi 2 wilayah. Pertama di pulau Nunukan bertempat kantor Pemkab Nunukan serta kedua di Nunukan daratan yang berbatasan darat langsung dengan Sabah, Malaysia. Menuju ke Krayan, hanya bisa dilakukan dengan transportasi udara melalui penerbangan perintis.(detikcom/d)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 8 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru