Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Indo Barometer: Pasangan Calon Wali Kota Kupang Jonas-Niko Terganggu dengan Politik Uang

* Pasangan Farid akan Bedah 2.000 Unit Rumah di Barito Selatan Kalteng
- Selasa, 29 November 2016 18:52 WIB
781 view
Indo Barometer: Pasangan Calon Wali Kota Kupang Jonas-Niko Terganggu dengan Politik Uang
Pasangan HM Farid Yusran-Sukanto dan Pasangan Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus
Kupang (SIB) -Lembaga Survei Indo Barometer berpendapat keunggulan yang diraih pasangan calon Wali Kota Kupang Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus hanya terganggu oleh adanya praktik politik uang.

"Jika praktik politik uang ini bisa dihindari, saya tetap optimistis Jonas-Niko akan terpilih dalam Pilkada 15 Februari 2017 mendatang," kata peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli di Kupang, Senin (28/11).

Selain itu, ada peristiwa hukum yang luar biasa menimpa pasangan ini. Jika tidak ada dua faktor itu, maka dipastikan pilkada yang berlangsung pada 15 Februari nanti akan dimenangkan oleh paket 'Sahabat' ini.

Dia menyebut, dukungan kuat warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk paket calon Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus itu mencapai 59 persen, sedang pasangan Jefi Riwu Kore-Hermanus Man mencapai 32,5 persen dengan pemilih mengambang (swing voters) sebesar 8,5 persen.

Apabila menggunakan simulasi secara 'head to head', dukungan Jonas Salean tetap unggul yakni 60,5 persen, sedang Jefri Riwu Kore hanya 31,8 persen.

Bagi pasangan Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus diharapkan tetap mempertahankan dukungan yang ada, melakukan kerja politik yang lebih intens dengan terus turun langsung ke pemilih melalui kegiatan kampanye.

Bedah 2.000 Unit Rumah
Pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, HM Farid Yusran-Sukanto berjanji akan membedah 2.000 unit rumah yang tak layak huni di daerah tersebut.

"Bila kita terpilih kembali pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Barsel 2017 mendatang, kita akan membedah 2.000 unit rumah yang tak layak huni," katanya saat kampanye dialogis di desa Penda Asam, Kecamatan Dusun Selatan, Minggu (27/11).

Menurut dia, semasa kepemimpinannya lima tahun sebelumnya, pihaknya telah membedah 700 unit rumah yang mana anggarannya diupayakan melalui pemerintah pusat sebanyak 500 unit rumah dan 200 unit rumah lainnya dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD).

Ia mengatakan, apabila pasangan Faris nomor urut 1 ini terpilih kembali menjadi pemimpin kabupaten ini lima tahun ke depan, maka pihaknya berupaya 2.000 unit rumah bisa dibedah kembali.

"Kita akan mengupayakan baik melalui pemerintah pusat maupun dari APBD Barsel. Hal itu dilakukan agar rumah tak layak huni bisa layak untuk ditempati kembali," tambah dia.

Selain program itu, Faris juga akan melanjutkan dan meningkatkan kegiatan yang tertuang dalam Sapta program seperti peningkatan infrastruktur daerah, bidang pendidikan dan bidang kesehatan.

Selain itu juga akan meningkatkan bidang ekonomi kerakyatan, peningkatan Sumber daya Manusia (SDM) dan peningkatan pengelolaan sumber daya alam (SDA), termasuk di dalamnya meningkatkan dana bantuan sosial bagi masyarakat tidak mampu yang sedang sakit, melahirkan, menikah dan meninggal dunia serta membayarkan iuran BPJS kesehatan.

"Kalau semasa kepemimpinan saya lima tahun sebelumnya, iuran BPJS yang dibayarkan dalam setiap tahunnya untuk 4 ribu orang dan bila terpilih kembali akan ditambah menjadi 10.000 orang," kata dia. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru