Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Kasubdit II/Harda Tahbang Ditreskrimum Poldasu AKBP Frido Situmorang: Kami Sudah Lakukan Koordinasi

- Rabu, 30 November 2016 18:01 WIB
583 view
Kasubdit II/Harda Tahbang Ditreskrimum Poldasu AKBP Frido Situmorang: Kami Sudah Lakukan Koordinasi
SIB/Roy Marisi Simorangkir
Didampingi kuasa hukumnya, tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan RP (kaus abu-abu dan hitam) diantar penyidik Subdit II/Harda Tahbang Ditreskrimum Poldasu untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejatisu.
Medan (SIB)- Terkait peristiwa tertinggalnya kain kasa di perut pasien bernama Ferdinan usai melaksanakan operasi 17 Desember 2015, Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Poldasu AKBP Robin Simatupang mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan pihak pelapor.

Hal itu dikatakan Robin Simatupang kepada SIB saat dikonfirmasi, Kamis (8/9). Robin menegaskan penanganan kasus itu, pihaknya sudah memeriksa 5 saksi yang terdiri dari tiga dokter, satu di antaranya dari RS Columbia Asia, serta dua saksi lainnya dari saksi pelapor.

"Kasus itu masih dalam proses penyelidikan. Saat ini kami sudah memeriksa 5 saksi, terdiri atas 3 dokter dan 2 saksi pelapor. Salah satu saksi dokter yang diperiksa adalah dr GT," jelasnya Robin Simatupang.

Di tempat terpisah, manajemen RS Columbia Asia masih memilih bungkam. Meskipun sejumlah wartawan sudah menunggu berjam-jam di ruang tunggu, tidak ada pihak RS Colombia Asia menjumpai.

Sementara itu, Sekretaris Persi Sumut, Syaiful M Sitompul mengatakan akan segera mengcek peristiwa tersebut. Nanti, pihaknya akan memberikan bimbingan terhadap RS di Jalan Listrik itu.   "Persi Sumut akan memberikan pembimbingan supaya RS tersebut menjaga profesionalisnya," katanya.
Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Medan diduga telah lalai dalam memberikan pelayanan medis kepada Ferdinan. Akibatnya, sehelai kain kasa tertinggal di dalam perut bocah berusia 1 tahun 7 bulan ini usai dilakukan operasi pembedahan di RS tersebut.

Joe (27), orang tua dari Ferdinan menceritakan anaknya menjalani operasi di RS yang terletak di Jalan Listrik Medan ini pada 17 Desember 2015 lalu. Namun, kain kasa yang digunakan sebagai pembersih saat operasi malah tertinggal di dalam perut anaknya.

"Usai operasi anak saya tetap merasa sakit di perut dan tidak mau makan. Sehingga kami bawa ke RS Siloam pada 26 Mei 2016. Disitu kami sempat terkejut karena hasil rontgen yang dilakukan terlihat ada benda berbentuk kain yang tertinggal dalam perutnya. Sehingga harus dilakukan operasi untuk pengangkatannya," katanya kepada wartawan, Selasa (6/9).

Dilaporkan ke Polda Sumut
Karena dinilai adanya kelalaian dari Pihak RS Columbia dalam menjalankan pelayanan kesehatan yang dianggapnya tidak sesuai dengan standar operasional, keluarga korban bersama LSM Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia Sumatera Utara (LCKI Sumut) melaporkan kasus ini ke Polda Sumut.
Bahkan, pihak LCKI bersama keluarga sudah melayangkan surat ke Direktur RS Columbia untuk mempertanyakan ikhwal kelalaian dalam menjalankan tugas praktik dokter tersebut, sehingga kain kasa tertinggal di perut Ferdinan. (A16/A18/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru