Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

GO-Jek Gandeng Blue Bird Luncurkan Layanan GO-Blue Bird

* Blue Bird Ekspansi ke Bisnis Wisata
- Jumat, 31 Maret 2017 18:20 WIB
174 view
Jakarta (SIB) -Perusahaan transportasi Blue Bird dan penyedia layanan transportasi online GO-Jek meluncurkan program bersama. Program kerja sama tersebut berupa layanan bernama GO-Blue Bird dan diluncurkan di Hotel Borobudur, Jakarta.

"Sekarang kami bergerak pada era baru, yaitu koalisi anak bangsa," kata Chief Executive Officer GO-Jek Nadiem Makarim saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (30/3).

Nadiem menuturkan, dengan peluncuran layanan GO-Blue Bird, pengguna aplikasi GO-Jek bisa memesan taksi Blue Bird di aplikasi itu. Dia menjelaskan, hal ini dilakukan karena pihaknya ingin berbagi teknologi ke perusahaan yang bermain di sektor transportasi.

Menurut Nadiem, perusahaannya bukanlah perusahaan transportasi, tapi perusahaan teknologi. Dengan demikian, mereka bisa merangkul pihak yang berada di sektor transportasi. "Sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar."

Nadiem juga mengungkapkan, kerja sama ini merupakan simbol bahwa perusahaannya pro terhadap kompetisi yang sehat dan pro-konsumen. "Konsumen kami selalu tanya, kenapa tak bisa pesan Blue Bird lewat GO-Jek?"

Direktur PT Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan kerja sama ini merupakan kebanggaan bagi pihaknya. Dia melihat langkah tersebut bisa mendekatkan diri mereka sebagai perusahaan transportasi dan juga kepada konsumen.

Adrianto menjelaskan, pihaknya akan sangat menantikan bagaimana aplikasi ini berjalan untuk konsumen mereka. "Nanti akan disaksikan sendiri bagaimana aplikasi ini dijalankan," tutur Adrianto saat ditemui di tempat yang sama.

Ekspansi ke Bisnis Wisata 
Emiten operator taksi PT Blue Bird Tbk akan mengoptimalkan pendapatan dari lini bisnis baru yang dirintis perseroan sejak 2016, yakni paket wisata. Blue Bird juga gencar melirik peluang bisnis lain.

Michael Tene, Head of Investor Relation Blue Bird, mengatakan, sejak diluncurkan pada akhir tahun lalu, bisnis baru ini menunjukkan kontribusi yang baik terhadap pendapatan. Adapun paket wisata yang disediakan emiten berkode saham BIRD ini adalah Big Bird Jalan-Jalan dan shuttle bus Jakarta ke kota satelit. Perseroan berharap kontribusi dari lini bisnis akan semakin baik ke depan.

Michael tidak menampik bawah keputusan perseroan untuk berinovasi merintis lini bisnis baru tersebut disebabkan oleh sengitnya persaingan angkutan nontrayek pada tahun lalu karena menjamurnya angkutan berbasis aplikasi. Michael mengatakan bisnis Big Bird Jalan-jalan merupakan upaya optimalisasi pemanfaatan aset bus milik perseroan yang biasanya sehari-hari digunakan sebagai bus sekolah untuk antar dan jemput sisa.

Saat ini, sudah ada empat rute pergi-pulang yang ditawarkan perseroan, yakni Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon, Jakarta-Jungle Land, dan Jakarta-Yogyakarta. "Jika nanti pertumbuhannya sangat cepat dan permintaan membesar, tidak tertutup kemungkinan tambah armada bus untuk memenuhi demand itu. Untuk saat ini, kita utilisasi dulu dari aset yang ada," katanya, Rabu, 29 Maret 2017.

Secara konsolidasi, Grup Blue Bird akan menggenjot kontribusi sektor bisnis nontransportasi, seperti bengkel, bisnis pelumas, properti, dan logistik, seiring dengan perluasan operasi perusahaan.

Baru-baru ini Grup Blue Bird telah menggandeng perusahaan Malaysia UMW Berhad untuk memasarkan pelumas bermerek Blue Power. "Kami berharap kontribusi non transportasi, bisa 50 persen dalam lima tahun ke depan," ujar Noni Purnomo, Direktur Utama Grup Blue Bird, belum lama ini.

Dia mengungkapkan, sampai sekarang, bisnis nontransportasi Blue Bird telah menyumbang sebesar 30 persen terhadap kinerja perusahaan. Sejak dua tahun lalu, singgung Noni, perusahaan telah gencar melakukan diversifikasi.

Hingga saat ini, penghasilan Grup Blue Bird masih ditopang terutama dari bisnis transportasi lewat operasional taksi yang terdiri atas merek Blue Bird, Pusaka, dan Silver Bird, ataupun penyewaan mobil dan bus. Grup tersebut kini telah memiliki bisnis logistik, karoseri, industri suku cadang, properti, dan bisnis alat berat. (T/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru