Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Pembentukan BSSN untuk Permudah Koordinasi Penanganan Masalah Siber

- Rabu, 07 Juni 2017 16:00 WIB
581 view
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan nantinya badan tersebut akan menyambungkan antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Intinya nantinya mengkonsolidasikan Lemsaneg dengan Direktorat Keamanan yang ada di Kemenkominfo. Dua itu yang menjadi core-nya," kata Rudiantara saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/6).

Rudiantara mengatakan yang terpenting saat ini yakni implementasi dan beroperasinya BSSN tersebut. Ditegaskan Rudiantara, pihaknya bertekad untuk mempercepat hal itu.

"Yang penting fokusnya sekarang mempercepat implementasi atau beroperasinya BSSN. Waktunya ada 4 bulan untuk organisasi dan 1 tahun untuk peralihan semuanya," katanya.

Terkait cara kerja BSSN itu, Rudiantara mengatakan saat ini masing-masing unit sudah mulai bekerja.

"Untuk sandi, (di) Lemsaneg. Cyber Security di Kominfo. Kominfo kan sudah membuat standarisasi untuk kriteria tiga critical infrastructure, yaitu perbankan, keuangan, transportasi dan energi. Tentunya nanti diperluas, setelah ini digabung. Bedol desa istilahnya," jelasnya.

Dia juga mengatakan dibentuknya BSSN ini untuk mempermudah koordinasi yang baik antara lembaga, tidak hanya Lemsaneg dengan Kominfo.

"Kan tidak hanya berdua dengan Lemsaneg dan Direktorat Kominfo, tapi juga busineess process kepada kementerian/lembaga lain," katanya. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru