Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

Sejumlah Pesan Sultan untuk Jokowi-JK

Sultan: Saya Netral, Soal Pilihan itu Rahasia
- Rabu, 04 Juni 2014 13:56 WIB
465 view
 Sejumlah Pesan Sultan untuk Jokowi-JK
Yogyakarta (SIB)- Pasangan capres dan cawapres, Jokowi dan Jusuf Kalla, bertemu dan menggelar pertemuan tertutup dengan Sri Sultan HB X di Yogyakarta. Keduanya mendapat banyak pesan. Apa saja?

Dalam pertemuan tersebut, Sultan mengatakan punya harapan besar pada Jokowi-JK jika mendapatkan rida dan diberi amanah oleh rakyat untuk menjadi presiden dan wapres. Menjadi pemimpin adalah amanah. Kekuasan harus diabdikan kepada rakyat.

"Dengan kekuasaan untuk rakyat itulah, maka dirinya tidak pernah berkuasa. Tapi rakyatlah yang berkuasa sendiri," kata Sultan saat menemui Jokowi-JK di Kraton Kilen, Kraton Yogyakarta, Senin (2/6).

"Seorang pemimpin harus bisa mengabdikan diri ke rakyat, karena hanya dengan cara itu maka Indonesia dapat berubah untuk menatap masa depan," imbuhnya.

Sultan mengatakan, sudah saatnya Indonesia berubah menyongsong masa depan. Rakyat perlu berubah dan birokrasi perlu berubah. Semua harus berubah karena dunia juga berubah.

Jika Jokowi-JK mendapat amanah untuk memimpin, Sultan berharap keduanya dapat me-manage agar Indonesia tetap utuh dari Sabang sampai Merauke. Keduanya perlu kerja keras agar Indonesia bisa menghadapi tantangan zaman.

Sultan: Saya Netral

Sri Sultan HB X menitipkan beberapa pesan, tapi memastikan posisinya netral.

"Saya bersikap netral, tidak mendukung pasangan Jokowi atau Prabowo," kata Sultan usai bertemu Jokowi-JK.

Sultan menjelaskan pertemuan itu bukan merupakan bentuk dukungan, baik secara pribadi ataupun keraton. Keraton akan tetap menerima siapapun pasangan capres-cawapres yang ingin datang dan bertemu untuk mendiskusikan persoalan bangsa.

Mengenai pertemuan dengan Jokowi-JK, Sultan mengatakan tim sukses pasangan tersebut telah mengirim surat untuk melakukan pertemuan. Sultan menyatakan, apabila pasangan lain (Prabowo-Hatta) ingin melakukan pertemuan, maka tidak akan ditolak.

Sikap netral Sultan sesuai dengan apa yang telah diatur dalam Undang-Undang Keistimewaan DIY. Pihaknya menyatakan, tidak akan menjelekkan pasangan capres-cawapres manapun karena semua sesama anak bangsa dan calon pemimpin bangsa.

"Saya netral. Soal pilihan itu sifatnya rahasia, nanti ditentukan di TPS," tutupnya.

Serap Filosofi Sultan

Jokowi-JK bertemu dengan Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta.

"Kami dan Pak JK silaturahmi dan memohon doa restu kepada Sultan. Pertama kami berdua sangat menghormati beliau. Karena selain raja dan gubernur, Ngarso Dalem adalah guru bangsa, kebudayaan, dan multikultur," kata Jokowi.

Jokowi mengaku menyerap filosofi kepemimpinan Sultan, yakni pemimpin yang harus hadir bagi rakyat. Juga jadi sandaran bagi rakyat.

"Beliau memiliki prinsip nguwongke wong, memanusiakan manusia. Saya dan Pak JK mengikuti prinsip Beliau," kata Jokowi.

Apa hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan? Jokowi mengaku mendapat banyak bahan dan materi berkaitan dengan pemerintahan yang akan datang. "Intinya, atas pemikiran beliau, kami sejalan. Baik berkaitan kemaritiman, ekonomi makro dan mikro. Juga berkaitan TNI maupun lainnya," tutupnya.

Di Yogyakarta, Jokowi dan JK tidak datang bersamaan. Jokowi yang didampingi istrinya dan Anies R Baswedan itu datang lebih dulu. Ia sempat berjalan-jalan di pusat keramaian, kawasan Maliboro dan Pasar Beringharjo. Sedangkan JK tiba beberapa jam kemudian dan langsung menuju Keraton. (detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru