Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

HUT ke-72 RI, Bendera Merah Putih Sepanjang 7 Km Diarak

* Dipimpin Kapolda, Warga Baduy Ikut Upacara Kemerdekaan
- Jumat, 18 Agustus 2017 22:19 WIB
511 view
Bali (SIB)- Kodam Udayana menggelar defile bendera Merah Putih sepanjang 7 kilometer yang dibawa masing-masing desa di Bali. Barisan bendera itu mencapai panjang 7 kilometer.

"Saya mau menjawab orang-orang yang sering menyatakan belum merasa merdeka. Jawabannya (diadakan defile) itu. Rakyat merasa gembira, tidak merasa terpaksa merayakan dan menikmati 72 tahun merdeka," ujar Pangdam IX Udayana Mayjen Komaruddin Simanjuntak, Kamis (17/8).

Defile ini digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Kamis (17/8), usai upacara Kemerdekaan ke-72 RI. Defile dibuka dengan barisan satuan militer di wilayah Kodam Udayana dan Brimob Polda Bali.

Menyusul setelahnya barisan PNS dan guru dan pelajar. Ada juga barisan marching band dari sejumlah sekolah atau yayasan di Bali. Kemudian patung Garuda Indonesia berukuran raksasa membuka barisan bendera tersebut dipimpin kendaraan taktis militer yang ditumpangi masyarakat dan anak-anak.

Menurut Komaruddin kegembiraan ikhlas merayakan kemerdekaan itu tampak dari setiap desa dan instansi yang sukarela meramaikan defile tersebut. Defile ini diperkirakan melibatkan seribuan orang yang terdiri dari TNI, Polri, Pemprov Bali, guru, mahasiswa, pelajar dan masih banyak lagi.

"Dengan begitu, benderanya itu 7 kilometer. Supaya kita melihat bahwa negara kita, bangsa kita, adalah bangsa yang besar," kata Komaruddin.

Peserta langsung mengadakan lomba khas 17 Agustus usai mengikuti defile. Salah satunya adalah lomba panjat pinang sebanyak 72 pinang yang masing-masing digantung hadiah berupa 1 unit sepeda motor.

Lomba balap karung untuk anak-anak usia 9-12 tahun juga dilakukan bersamaan dengan tarik tambang sepanjang 72 meter. Total hadiah dari perlombaan ini diperkirakan mencapai Rp 1 miliar dan ditutup dengan upacara penurunan bendera.

Warga Baduy Ikut Upacara
Terpisah, ratusan orang suku Baduy Luar dan Baduy Dalam mengikuti upacara HUT ke-72 RI di Desa Ciboleger, Leuwidamar, Lebak. Upacara dipimpin langsung Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo.

Upacara dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Bertugas sebagai komandan upacara, pembacaan teks proklamasi dan pembacaan ikrar kesetiaan warga Baduy untuk NKRI adalah warga suku adat.

Brigjen Listyo dalam amanatnya sebagai inspektur upacara menyampaikan pesan syukur atas keutuhan NKRI. Keutuhan tersebut digambarkan dengan kemampuan mempertahankan keberagaman budaya, suku, agama di Indonesia.

"Negara lain di dunia saat ini dilanda konflik antar suku, perpecahan antar agama, pertikaian antar golongan. Kita bersyukur tetap mampu bersatu dalam bingkai negara kesatuan Indonesia," kata Listyo.

Selain itu, Listyo juga mengucapkan terima kasih kepada suku Baduy yang turut berperan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dan keutuhan Undang-Undang Dasar 1945. Suku Baduy dinilai mampu memupuk rasa kekeluargaan, memelihara kearifan lokal dan dikenal sebagai suku penjaga alam.

"Ini tidak terlepas dari nilai pikukuh karuhun dan buyut yang dipegang teguh oleh suku adat Baduy," ujarnya.

Listyo juga berharap agar suku Baduy menjadi salah satu suku yang bisa menjadi contoh bagi komponen bangsa lain yang berpegang teguh pada Pancasila dan keutuhan NKRI. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru