Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026
Ephorus Buka Sinode ke-62 HKI di Duri Riau

Sekjen PGI: PGI Ajak HKI dengan Spirit Pembaharuannya untuk Ikut Membaharui Bangsa dan Gereja-gereja

- Kamis, 21 Juni 2018 14:35 WIB
984 view
Sekjen PGI: PGI Ajak HKI dengan Spirit Pembaharuannya untuk Ikut Membaharui Bangsa dan Gereja-gereja
SIB/Herry Surbakti
SINODE KE-62 HKI: Ephorus HKI Pdt MP Hutabarat STh MM didampingi Sekjen Pdt DR Batara Sihombing MTh dan Ketua Panitia PDt DR Jusuf Hutapea MTh (dari kanan ke kiri) bersiap memukul gong tanda dibukanya Sinode ke-62 HKI di Duri Kecamatan Mandau Kabupaten B
Pekanbaru (SIB)- Ephorus Huria Kristen Indonesia (HKI) Pdt Manjalo Pahala Hutabarat STh MM membuka Sinode ke-62 (Sinode Kerja) HKI di Hotel Surya Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Riau, Selasa (19/6). Acara pembukaan yang diawali ibadah pembuka dipimpin Ephorus dihadiri sekitar 700 jemaat dan tamu undangan, termasuk 475 sinodestan dari seluruh pelayanan HKI.

Acara pembukaan turut dihadiri Sekjen Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom, Sekjen HKI Pdt DR Batara Sihombing MTh, mantan Ephorus Pdt Dr Langsung Sitorus MTh, para praeses HKI dari 12 daerah, para pendeta dan sintua HKI, pimpinan gereja-gereja di Riau, anggota DPD asal Riau Rosti Purba, tokoh masyarakat Batak di Duri, dan undangan lainnya.

Ephorus dalam khotbahnya mengatakan, gereja HKI lahir oleh karena Roh Kudus, untuk menjadi teman sekerja Allah, untuk memanfaatkan karya keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus serta membawa dunia kepada pertobatan dan rekonsiliasi. Dalam menghidupi kasih Allah, maka gerejaNya dipanggil untuk memberitakan kabar baik bagi semua makhluk ciptaanNya. HKI terpanggil untuk memberitakan kabar baik, bukan hanya untuk kebenaran tetapi HKI terpanggil menjadi pelaku Firman Tuhan.

"Melalui Sinode ini, dinyatakan bahwa panggilan HKI untuk pekabaran Injil adalah sebagai berikut. Pertama, gereja HKI sebagai umat Allah, tubuh Kristus dan bait Roh Kudus harus terus bergerak secara dinamis dan senantiasa mengawasi perubahan dalam mengikuti karya misi Allah. Pemahaman ini akan membawa Gereja HKI pada berbagai bentuk pekabaran Injil yang menjadi kesaksian kita bersama. Kedua, Gereja HKI dipanggil menjadi suatu komunitas yang bersifat inklusif, merangkul, menerima dan menyambut semua orang, karena gereja HKI ada untuk semua. Dengan demikian, melalui pekabaran Injil, HKI menyatakan dan HKI menyaksikan pengharapan akan hadirnya damai sejahtera yang merupakan inti dari pemberitaan Kristus. Ketiga, pekabaran Injil yang otentik haruslah didasarkan pada sikap memanusiakan dan menghormati semua orang serta mengembangkan suasana dialogis. Mari kita berbicara tentang pelayanan dan pekabaran Injil di HKI ini, karena untuk itulah gereja kita dipanggil, sehati sepikir dan sepenanggungan dengan semangat yang berkobar-kobar untuk melayani Dia Yang Empunya Gereja. Gereja sebagai persekutuan umat dipangil untuk secara bersama-sama membawa kepada keselamatan, yaitu keselamatan yang dari Allah, bagi alam semesta dan segala isinya," kata Ephorus menguraikan.

"Melalui sinode ini biarlah roh kita, roh seluruh anggota sinode sinodestan, menyala-nyala di dalam Roh Tuhan dan mari kita melayani satu dengan yang lain supaya HKI semakin luar biasa dipakai Tuhan untuk menjadi saksi yang hidup di tengah-tengah gerejaNya," katanya.

Sementara itu, Sekjen PGI mengatakan, adanya persidangan sinode menunjukkan bahwa suatu persekutuan atau gereja memiliki tekad kuat untuk terus berjalan bersama. Itulah latar belakang sesungguhnya dari persidangan sinode. "Dalam perjalanannya, tentu kita punya pandangan yang berbeda-beda, punya pendapat yang tidak sama, tapi sinode ini menunjukkan bahwa kita masih ingin berjalan bersama di tengah-tengah perbedaan-perbedaan yang mungkin muncul," ujar Pdt Gultom.

Ia mengatakan, pilihan tema Sinode kali ini "Layanilah Tuhan" adalah sebuah tekad dari HKI untuk mengoreksi perjalanannya selama ini. Melayani Tuhan dalam perspektif Roma 12 tersebut berangkat dari kasih. Dan mengasihi hanya mungkin terjadi kalau kita mengosongkan diri, merendahkan diri. Pilihan tema Sinode "Roh yang menyala-nyala" demi pelayanan gereja membutuhkan sebuah perubahan, diawali dengan membaharui diri. Tidak mungkin kita membaharui masyarakat tanpa membaharui diri. Membaharui masyarakat hanya mungkin kalau kita orang yang membaharui diri. Pembaharuan diri masing-masing dengan sendirinya akan membaharui gerak pelayanan. Oleh karena itu, PGI mengajak HKI dengan spirit pembaharuan tadi untuk ikut membaharui bangsa dan ikut membaharui gereja-gereja di Indonesia.

Sebelum ibadah pembuka, dilaksanakan prosesi dari HKI Desa Maju dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju tempat acara. Rombongan prosesi yang terdiri dari Ephorus HKI, Sekjen HKI, para pimpinan gereja, Ketua Panitia Sinode ke-62 Pdt Dr Jusuf Hutapea MTh, majelis pusat, BPKP dan praeses serta pembawa bendera Merah Putih, pataka HKI dan pataka Sinode. Rombongan prosesi berjalan diiringi musik instumentalia KJ Nomor 340 "Hai Bangkit bagi Yesus" dan KJ nomor 339 "Maju Laskar Kristus".

Sementara itu, Pdt Jusuf Hutapea dalam laporannya mengatakan, dipilihnya Riau, tepatnya Duri sebagai tempat sinode merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi jemaat HKI di daerah Riau-Sumbagsel, khususnya di Duri karena itu merupakan kali pertama sejak HKI berdiri 91 tahun lalu. Sinode yang mengambil tema "Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan (Roma 12:11b)" itu akan berlangsung hingga Jumat (22/6) ini. (G11/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru