Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 01 November 2026

Akademisi: Guru Sekarang Tidak Mempunyai Jiwa Mendidik

- Sabtu, 19 Juli 2014 13:10 WIB
490 view
Akademisi: Guru Sekarang Tidak Mempunyai Jiwa Mendidik
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- “Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) saat ini belum mendapat prioritas dalam mencetak tenaga pendidik yang berjiwa pendidik,” kata akademisi Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Djaali.

"Akibatnya guru lulusan dari LPTK ini belum bisa menjadi guru yang patut dicontoh," kata Djaali yang juga Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jakarta, Kamis (17/7).

Ia lebih lanjut mengatakan, pencetakan tenaga pendidik yang ideal belum bisa dilakukan oleh seluruh LPTK yang ada di seluruh Indonesia.
"LPTK kan sekarang ini hanya prioritas paling bontot. Sekarang ini belum banyak pendidikan karakter atau pendidikan akhlak hadir di sekolah. Karena kesiapan gurunya kurang," katanya.

Djaali mengatakan, Universitas Negeri Jakarta yang tugas utamanya mencetak tenaga pendidik atau guru yang sudah berpengalaman hingga saat ini pun belum bisa memberikan pendidikan karakter yang baik.

"Harus diakui guru yang berjiwa pendidik sampai saat ini belum banyak kita hasilkan. Jadi jangan harap guru sekarang bisa mengajarkan pendidikan karakter," ujarnya.

Ia mengatakan, pendidikan karakter atau akhlak yang baik harus dihadirkan sedini mungkin. Dan untuk terwujudnya pendidikan karakter harus ada guru yang berjiwa pendidik.

"Tanpa itu sulit. Sebab pendidikan karakter itu bukan diajarkan tetapi diberikan contoh dan itu melekat pada iklim di sekolah. Untuk menghadirkan pendidikan karakter harus hadirkan juga guru berkarakter bagus," jelasnya.

Untuk mewujudkan guru yang berjiwa pendidik lanjut Djaali membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena memerlukan fasilitas sekolah berasrama bagi mahasiswanya. Idealnya asrama itu menampung seluruh mahasiswanya.

Dengan pola asrama itu proses internalisasi dalam memberikan pendidikan karakter bisa dilakukan dalam 24 jam, tambahnya.

"Sekarang ini belum ada LPTK yang punya asrama dengan daya tampung 30.000 mahasiswa. Di UNJ sendiri daya tampungnya asrama hanya 600 mahasiswa. Ini perlu biaya yang banyak. Dan kebutuhan seperti ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah. Tetapi hingga saat ini belum menjadi perhatian," tambahnya.

Jadi menurutnya untuk memberikan pendidikan karakter di sekolah terlebih dulu mencetak guru yang berjiwa pendidik.

Meski demikian bukan berarti pendidikan karakter tidak bisa dilakukan di sekolah. Melalui perilaku kepala sekolah dan guru yang baik di sekolah hal itu bisa menjadi contoh untuk peserta didiknya.

"Perilaku atau contoh yang baik juga bisa dilakukan oleh jajaran pemimpin negara ini," tegasnya. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru