Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Gubernur Riau "Manortor" dengan Masyarakat Batak di Parade Bhinneka Tunggal Ika

- Senin, 16 Desember 2019 19:36 WIB
920 view
Gubernur Riau "Manortor" dengan Masyarakat Batak di Parade Bhinneka Tunggal Ika
Foto SIB/Herry Surbakti
Pekanbaru (SIB)
Gubernur Riau Syamsuar "manortor" (menari tortor) bersama masyarakat Batak di Riau dalam acara Parade Bhinneka Tunggal Ika, Minggu (15/12) di Jalan Gajah Mada Pekanbaru. Parade yang menampilkan barisan peserta dari 31 paguyuban dan atraksi budaya dari beberapa daerah tersebut digelar untuk memeriahkan dan menyambut Hari Bela Negara, 19 Desember ini.

Syamsuar didampingi Forkompinda Provinsi Riau "manortor" bersama di penghujung acara. Oleh panitia, tortor diletakkan sebagai penutup acara tari-tarian dan atraksi budaya Nusantara. Sebelum tortor, ada tari "rentak bulian" yang dibawakan mahasiswa-mahasiswi UMRI, tari piring oleh muda-mudi Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR), tari reog oleh remaja Ikatan Keluarga Jawa Riau, dan tarian naga oleh remaja Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau. Selain 31 paguyuban, parade juga dimeriahkan 120 pelajar dari enam SMA di Pekanbaru yang berpakaian adat dari beragam daerah.

Begitu musik mulai bergema dan diikuti penyanyi membawakan lagu "Alusi Au", barisan peserta yang "manortor" semakin banyak karena banyak peserta dari paguyuban lain dan penonton ikut bergabung. Gubernur Riau bersama Forkompinda, pengurus Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, tokoh-tokoh masyarakat serta tokoh adat kemudian bergabung "manortor" di badan jalan tersebut. Suasana menjadi begitu meriah. Selama acara berlangsung, Jalan Gajah Mada yang menghubungkan Jalan Sudirman dengan Jalan Diponegoro Pekanbaru tersebut ditutup. Demikian juga dengan Jalan Thamrin yang merupakan titik start parade, sebagian akses jalan ditutup selama acara berlangsung.
Dalam sambutannya Syamsuar memuji pelaksanaan Parade Bhinneka Tunggal Ika karena dengan kegiatan itu masyarakat Provinsi Riau dapat merasakan bagaimana miniatur Indonesia itu.

Berdasarkan data, katanya, di Provisi Riau terdapat sekitar 30 suku dan etnis. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan. Namun bila kondisi itu dapat dikelola dengan baik, maka ia akan menjadi kekuatan dalam menjaga NKRI. Dalam konteks itulah, Parade Bhinneka Tunggal Ika menjadi penting dan memiliki nilai strategis sebagai sarana untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Lebih lanjut ia mengatakan, di Provinsi Riau pada 2020 mendatang akan dilaksanakan Pilkada serentak di sembilan kabupaten/kota. Belajar dari pengalaman terdahulu dan beberapa daerah yang telah selesai melaksanakannya, Pemprov Riau mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan saling menghargai sehingga bisa tercipta suasana yang aman dan kondusif. Adapun 31 paguyuban yang ikut kegiatan tersebut antara lain Perkumpulan Keluarga Batak Riau (PKBR), Perkumpulan Marga Batak Toba (PMBT), Jami'ah Batak Muslim Indonesia (JBMI), Ikatan Keluarga Nias Riau (IKNR), Persatuan Masyarakat Sumatera Utara Riau (Permasuri), Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR), Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma). Sebelumnya, saat pawai, tokoh-tokoh adat Batak juga memakaikan ulos kepada Gubernur Riau. (M26/f)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru