Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

3.000 Pekerja China di Sulteng Diwajibkan Medical Check Up oleh Perusahaan

Redaksi - Senin, 27 Januari 2020 20:14 WIB
288 view
3.000 Pekerja China di Sulteng Diwajibkan Medical Check Up oleh Perusahaan
news.detik.com
Sebanyak 3,000 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang dipekerjakan PT Indonesia Morowali Industri Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) diwajibkan mengikuti medical check up (MCU).
Jakarta (SIB)
Sebanyak 3,000 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang dipekerjakan PT Indonesia Morowali Industri Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) diwajibkan mengikuti medical check up (MCU). Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Manajemen PT IMIP sudah membuat kebijakan untuk mengantisipasi sejak kabar wabah virus corona menyebar hingga di Indonesia," ungkap koordinator Humas PT IMIP Dedi Kurniawan saat dihubungi, Minggu (26/1) pukul 07.30 Wita.

"Pengecekan pun dilakukan secara berlapis di dua tempat yang berbeda, yaitu di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, sebelum ke Morowali dan di dalam perusahaan sebelum TKA bertolak untuk bekerja," sambung dia.

Menurut Dedi, bahwa dia baru saja selesai mengikuti dan mendampingi pemeriksaan kesehatan para TKA sebelum beraktivitas di perusahaan. Dia menyampaikan perusahaan juga telah menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

"Dalam kawasan perusahaan telah ditempatkan alat pengukur suhu tubuh sebagai langkah preventif untuk mendeteksi awal penyebaran virus tersebut. Termasuk di wilayah pelabuhan di mana terdapat balai karantina untuk melakukan pemeriksaan setiap kapal dari luar negeri," ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Morowali terus melakukan kordinasi dengan sejumlah pihak perusahaan yang mempekerjakan TKA, khususnya yang berasal dari China.

"Kami sudah sebar surat edaran pencegahan, namun yang harus diketahui bahwa TKA China yang masuk ke Morowali semuanya lewat bandara di Cengkareng. Nah, di sana semua TKA China ini sudah dideteksi petugas. Meski begitu, kami akan terus mewaspadai masuknya virus corona dengan memantau perkembangan TKA di setiap perusahaan tambang," tutur Bupati Morowali Taslim saat dihubungi via telepon.

Negatif Virus Corona
Sementara itu, tujuh penumpang pesawat Lion Air JT 2742 rute Changsha-Manado sempat dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Ketujuh penumpang diperiksa karena diduga terjangkit virus corona, namun akhirnya diperbolehkan pulang karena negatif.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan mereka tidak terjangkit virus corona dan mereka dapat melanjutkan kegiatan mereka kembali di Sulawesi Utara," ujar Humas Bandara Sam Ratulangi, Angga saat dikonfirmasi, Sabtu (25/1).
Tujuh penumpang pesawat itu tiba di Manado pada malam. Angga menegaskan tujuh orang itu dinyatakan tak menunjukkan tanda-tanda terserang wabah virus asal Kota Wuhan, China.

"Nggak terjangkit virus corona, sudah diizinkan keluar karena tidak ada gejala atau suhu tubuh naik," tegas dia.
Angga menyebut tujuh orang diperbolehkan pulang saat suhu badan mereka normal. "Setelah dicek semua tubuh normal semua. Intinya KKP sudah rilis (boleh pergi), tidak ada masalah," ucap dia.

Sebelumnya, seorang penerjemah turis China diisolasi di RS Kandouw Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Dia baru saja ikut penerbangan dengan rute Guangzhou-Manado dengan maskapai Lion Air.

"Dia seorang penerjemah yang selalu mendampingi turis. Tadi malam dia turun dari Guangzhou dan terdeteksi personel Kantor Kesehatan Pelabuhan, suhu tubuhnya tidak sampai 38 derajat selsius," sebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel di Manado, dilansir Antara, Sabtu. (detikcom/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru