Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

12 Mahasiswanya Ada di Wuhan, Pemda Aceh Dirikan Posko Komunikasi

Redaksi - Selasa, 28 Januari 2020 20:03 WIB
126 view
12 Mahasiswanya Ada di Wuhan, Pemda Aceh Dirikan Posko Komunikasi
news.detik.com
Sebanyak 12 mahasiswa asal Aceh berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dan kini terisolasi akibat virus corona.
Banda Aceh (SIB)
Sebanyak 12 mahasiswa asal Aceh berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dan kini terisolasi akibat virus corona. Untuk mempermudah komunikasi dengan para mahasiswa tersebut, Pemda Aceh mendirikan posko.

"Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah telah mengambil kebijakan terkait wabah virus corona dengan menginstruksikan kepada seluruh pejabat Aceh untuk Siaga 1, mengingat ada mahasiswa Aceh yang sedang berada di Wuhan, China," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh. Saifullah Abdulgani dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (26/1).

Posko tersebut terletak di Kantor Dinas Sosial Aceh di Banda Aceh. Selain itu, ada juga posko yang berada di Kantor Penghubung Aceh di Jakarta.

Saifullah menyebut pemerintah Aceh juga telah berkomunikasi dengan para mahasiswa di Wuhan. Dia mengatakan Pemerintah Aceh ingin memastikan bahwa logistik mahasiswa Aceh di Wuhan terjamin.

"Alasan ketiga (pendirian posko) jika ada kesempatan untuk evakuasi, maka kita harapkan mereka segera dikeluarkan dari sana," ucapnya.

Pastikan Sehat
Sementara itu, sembilan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dipastikan tidak terinfeksi virus corona di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, China. Saat ini mereka sedang mengambil beasiswa bahasa Mandarin di sana.

"Alhamdulillah, mereka semua dalam kondisi sehat. Kami terus memantau kondisi mereka," ujar Rektor Unesa Prof Nurhasan.
Kesembilan mahasiswa tersebut saat ini masih tinggal di Wuhan dan sudah ada penanganan dari kampus setempat.

"Di CCNU memang sudah ada penanganan tersendiri dari kampus kepada mahasiswanya, khususnya mahasiswa asing," ucapnya.
Dia mengatakan ada alat pengukur suhu di setiap asrama dan ada pengecekan khusus setiap malam di kampus setempat.

"Ada juga pendamping untuk setiap lantai pada tiap dormitory. Jadi sudah cukup menjaga, meskipun kenyamanannya berkurang," ungkap Nurhasan.

Dengan adanya kasus virus corona di Wuhan, lanjut dia, Unesa telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China untuk memantau kondisi mahasiswanya.
"Intinya Unesa selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti KBRI dan dengan mahasiswa di sana untuk memastikan kondisi mereka benar-benar baik," ujarnya. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru