Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Imigrasi Pantau Ratusan WN China di Sulsel Terkait Virus Corona

* Pengiriman TKA China ke Sultra Distop Sementara
Redaksi - Rabu, 29 Januari 2020 19:53 WIB
245 view
Imigrasi Pantau Ratusan WN China di Sulsel Terkait Virus Corona
makassar.terkini.id
Ilustrasi
Makassar (SIB)
Kantor Imigrasi Makassar memantau ratusan orang warga negara China yang berada di Makassar terkait merebaknya wabah Corona. Pihak Imigrasi juga memperketat penjagaan di bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Jumah pastinya kira kira ada sekitar 50-100 orang, khususnya di wilayah kantor imigrasi Makassar," kata kepala Kantor Imigrasi Makassar, Andi Pallawarukka kepada wartawan, Selasa (28/1).

Menurutnya, ada warga China yang memang bekerja di Sulsel. Namun mereka masuk jauh sebelum merebaknya wabah Corona ini.
Berdasarkan informasi terakhir, pihaknya baru saja memeriksa seorang warga China yang melakukan transit di bandara Sultan Hasanuddin. Dari hasil pemeriksaan dengan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Makassar, warga China itu negatif terjangkit Corona.

"Untuk di Sulsel tidak ada direct langsung, begitu juga sebaliknya. Yang ada ke Kuala Lumpur dan Singapura, tapi tidak tertutup kemungkinan dari China transit di singapura dan Kuala Lumpur kemudian dia masuk Sulsel," terangnya.

"Di bandara dipasang semacam alat thermo scanner untuk deteksi suhu badan semua penumpang yang datang dari luar negeri. Apabila ditemukan yang suhu badannya 38 langsung diperiksa petugas kesehatan yang ada di bandara," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapatkan instruksi dari Ditjen Imigrasi untuk menggunakan alat kesehatan semisal masker dan sarung tangan untuk para petugas di lapangan.
"Kita pasang ini untuk mewaspadai jangan sampai ada yang terjangkit," kata dia.

Disetop
Sementara itu, guna mengantisipasi menyebarnya virus corona masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra), pengiriman tenaga kerja asing (TKA) asal China dihentikan sementara.

Kasi Penindakan Imigrasi Kelas I Kendari, Purnomo mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang menggunakan jasa TKA asal China.

"Sebenarnya bukan wewenang kami untuk menghentikan, tapi kami sudah koordinasi dengan pihak perusahaan dan untuk sementara dihentikan," kata Purnomo, Selasa (28/1).

Sultra, sebagai wilayah pertambangan menjadi salah satu kawasan dengan perusahaan yang mempekerjakan TKA China. Pihak Imigrasi terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan maupun RS.
"Kami koordinasi jika ada ditemukan yang terindikasi corona maka harus melapor ke imigrasi juga," pungkasnya. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru