Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Sungai di Malaysia Meluap, 7 Ribu Warga Nunukan Kaltara Mengungsi

- Sabtu, 25 Januari 2014 13:12 WIB
265 view
Sungai di Malaysia Meluap, 7 Ribu Warga Nunukan Kaltara Mengungsi
Samarinda (SIB)- Ribuan rumah yang dihuni sekitar 7.000 jiwa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dalam 3 hari ini terendam banjir 2 meter. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Pensiangan, Sabah, Malaysia.

Keterangan diperoleh hingga pukul 17.00 WITA, sekitar 7.000 jiwa itu tersebar di 15 desa. 4 Desa di antaranya merupakan kawasan banjir terparah. Keempat desa itu adalah Desa Atap, Desa Lubakan, Desa Tagul serta Desa Manubungkul.

"Sungai Sembakung meluap, 4 desa banjir terparah hingga 2 meter dan air terus merangkak naik perlahan-lahan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, ketika dikonfirmasi, Jumat (24/1).

Amin menerangkan, di hulu Sungai Sembakung, tepatnya Sungai Lumbis di Kecamatan Lumbis, juga meluap dengan ketinggian air banjir rata-rata 1 meter dan berangsur surut. Sehingga banjir kini berdampak besar yang mengakibatkan Sungai Sembakung di bagian hilir meluap.

"Sedangkan di hulu Sungai Lumbis berbatasan dengan Sungai (Pensiangan) di Sabah Malaysia. Nah, Sungai (Pensiangan) itu juga banjir. Warga yang mengecek langsung ke sana, di sekitar sungai di Sabah itu juga marak pembukaan lahan untuk perkebunan," ujar Amin.

"Banjir luapan Sungai di Malaysia itu sekarang turun ke hilir sehingga turut meluap ke Sungai Sembakung. Banjir di Kecamatan Sembakung bisa terjadi 2-3 kali dalam setahun. Kita sudah koordinasikan dengan pemerintah agar ini menjadi perhatian bersama untuk menanganinya," tambahnya.

"BPBD Nunukan sementara ini telah menyalurkan 5 ton beras ke kedua kecamatan di Lumbis dan Sembakung, juga ada makanan instant, sambil menunggu bantuan dari pihak lainnya seperti Dinas Sosial," jelasnya. Amin menambahkan, meski banjir 2 meter, meski telah mengamankan sejumlah barang ke kawasan yang lebih tinggi, warga masih memilih untuk bertahan di dalam rumah mereka masing-masing.

"Meski demikian, tim evakuasi terus bersiaga sewaktu-waktu mereka harus diungsikan karena ketinggian air memang perlahan terus merangkak naik," ungkapnya.

Sementara BPBD Provinsi Kaltim yang masih membawahi BPBD Kabupaten Nunukan menegaskan kembali bahwa banjir di Lumbis dan Sembakung akibat banjir kiriman dari Sabah Malaysia, menjadi isu hangat kedua negara yang harus dibawa ke pembahasan intensif.

"Ada forum Sosek Malindo juga ada BIMP EAGA, segera dibahas di situ. Selama ini memang di hulu Sungai Sembakung, tepatnya di Sungai di Sabah, marak pembukaan lahan sehingga akibatnya ya banjir di Indonesia khususnya di Nunukan, Kalimantan Utara," kata Kepala BPBD Provinsi Kaltim, Wahyu Widhi Heranata, yang dikonfirmasi terpisah. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru