Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Ketua MPR RI : Pers Harus Jadi Corong Penyebar Semangat Kebangsaan

Redaksi - Minggu, 06 September 2020 22:37 WIB
331 view
Ketua MPR RI : Pers Harus Jadi Corong Penyebar Semangat Kebangsaan
Foto Dok
Bambang Soesatyo 
Anyer (SIB)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meyakini ditengah derasnya gempuran digitalisasi dengan hadirnya pendengung (buzzer) hingga influencer yang terkadang menjadi referensi masyarakat mendapatkan informasi, pers masih memiliki peran yang signifikan.

Sebagai kekuatan publik yang merepresentasikan fungsi kontrol dan kritik terhadap jalannya roda pemerintahan, dahsyatnya digitalisasi justru harus dijadikan tantangan bagi pers untuk memberikan pelayanan informasi yang mendalam, akurat, obyektif dan berimbang.

"Sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif, pers turut memiliki tanggungjawab membangun masyarakat sehat yang melek informasi. Juga menjadi filter atas maraknya informasi menyesatkan yang begitu mudah tersebar melalui media sosial hingga menjadi viral," kata Bamsoet dalam acara Press Gathering Wartawan Koordinatoriat MPR RI, di Anyer, Banten, Sabtu (5/9), yang diikuti 100 wartawan, termasuk wartawan Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Jamida P Habeahan.
Turut hadir Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, dan Hidayat Nur Wahid (virtual). Juga pimpinan Fraksi MPR RI di antaranya Idris Laena (Golkar), Taufik Basari (Nasdem), Anton Sukartono (Demokrat), Arwani Thomafi (PPP) dan Intsiawati Ayus (Kelompok DPD).

Bamsoet mengemukakan, hingga 5 Mei 2020, Kementerian Kominfo menemukan sekitar 1.401 konten hoaks dan disinformasi terkait Covid-19. Ini sungguh memprihatinkan, ketika kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat terhimpit dampak pandemi Covid-19, masih ada saja pihak-pihak tak bertangggungjawab yang mencederai psikologis masyarakat dengan menyebarluaskan informasi menyesatkan.

Karena itu pers harus bisa menyajikan informasi utuh berbasis fakta. Sehingga jika ada masyarakat yang ragu terhadap informasi yang didapat dari media sosial, bisa menkonfirmasinya melalui pers.

Artinya, pers tidak boleh ikut-ikutan menggunakan cara-cara bombastis hanya demi mengejar jumlah target pembaca.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menekankan, pers harus tetap mengedepankan etika jurnalistik dalam menyajikan informasi. Karena disitulah salah satu letak kekuatan pers, dibanding buzzer yang hanya bisa menghadirkan informasi bombastis tanpa makna dan cenderung malah menyesatkan serta membuat pembelahan sosial di masyarakat.

"Merawat kepribadian serta jati diri bangsa agar tak tergerus akibat pembelahan sosial karena hoax maupun hate speech, adalah tugas kolektif termasuk pers. Dengan jangkauan yang luas dan tingkat aksesibilitas yang tinggi, media massa mempunyai peran strategis dalam menyebarluaskan wawasan kebangsaan," ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, pers salah satu mitra penting MPR RI dalam melaksanakan berbagai tugas konstitusional, terutama dalam mewujudkan visi MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan yang memosisikan MPR RI sebagai wadah sekaligus representasi dari beragam aspirasi, pemikiran serta arus perubahan.

Menurutnya, kemajemukan adalah fitrah kebangsaan yang harus senantiasa dihormati dan dilindungi. MPR RI sebagai rumah kebangsaan, maka setiap warga negara merupakan bagian tak terpisahkan dari satu ikatan kebangsaan, termasuk pers yang menjadi corong penyebar semangat kebangsaan, semangat gotong royong dan kebersamaan. (J01/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru