Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Masdin Efendi Girsang: Pelaku UMKM Harus Ikut Digitalisasi Agar Naik Kelas

Redaksi - Sabtu, 26 September 2020 13:28 WIB
327 view
Masdin Efendi Girsang: Pelaku UMKM Harus Ikut Digitalisasi Agar Naik Kelas
Foto Dok
Masdin Efendi Girsang
Medan (SIB)
Di masa pandemi Covid-19 ada lima kunci dalam proses digitalisasi UMKM agar bisa berkembang dan naik kelas, yaitu harus memperhatikan proses produksi, distribusi, pembiayaan, pemasaran dan manajemen.

Hal itu dikatakan Pengamat Ekonomi Sumut, Dr Masdin Efendi Girang MSi kepada SIB, Selasa (22/9) melalui WhatsApp.
Pelaku UMKM bisa naik kelas bila pelaku UMKM menyiapkan sentra-sentra produksi untuk menarik market yang lebih besar."Perlu disiapkan program multiyear yang mengacu kepada ide besar dan konsep digitalisasi yang matang dan komprehensif," ujarnya.

Menurutnya, dengan mengkonsolidasikan digitalisasi UMKM yang menyebar di berbagai wilayah, maka memiliki 1 desain pengembangan UMKM. Program sinergi tersebut antara lain gerakan belanja di warung tetangga.

Hal itu merupakan kolaborasi Kemenkop UKM dengan sembilan BUMN Klaster Pangan, Bulog, dan PTPN yang menghubungkan warung tradisional untuk masuk ke dalam platform daring serta menyediakan stok bahan baku yang mudah dengan harga yang kompetitif. "Sehingga, mereka dapat bersaing dengan ritel modern," imbuhnya.

Di samping itu, ada laman khusus UMKM pada e-katalog LKPP, yang melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jumlah pelaku UMKM dalam pengadaan pemerintah secara elektronik mencapai 1.237 penyedia dengan potensi total nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp310 triliun.

Masdin menambahkan, saat ini pemerintah fokus pada strategi digitalisasi percepatan kebangkitan UMKM dengan menggulirkan program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, program kelas daring melalui edukukm.id, sparc campus, hingga pahlawan digital UMKM.

Di samping itu, mengangkat produk UMKM melalui komunitas dan aplikasi lokal seperti halnya pasar gotong royong Indonesia Creative Store. Termasuk digitalisasi UMKM agar onboarding melalui program kakak asuh dan UMKM katalog digital.

"Dukungan promosi dan pemasaran, Billboard untuk local brand activist dan #banggabuatanindonesia, hingga promosi produk oleh PLUT KUMKM dan lainnya," tutupnya. (M12/a)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru