Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Pentingnya Data Tunggal dan Berkualitas untuk Indonesia Maju

* Oleh Febriwan Harefa (Guru SMKN 1 Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan)
Redaksi - Senin, 28 September 2020 13:16 WIB
716 view
Pentingnya Data Tunggal dan Berkualitas untuk Indonesia Maju
Foto Dok
Febriwan Harefa
Beberapa minggu terakhir ini Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara menjadi zona merah dan termasuk wilayah parah infeksi Covid-19 di wilayah Kepulauan Nias dan Sumatera Utara. Karena banyaknya yang terifeksi Covid-19, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi datang ke Pulau Nias untuk melihat secara langsung penanganan Covid-19. Sebagian masyarakat Kota Gunungsitoli mulai ada rasa cemas dan khawatir, karena setiap hari mulai beredar berita-berita si “Anu” sudah terinfeksi dan Si “Bayu” meninggal karena Covid-19.

Tetapi karena Data telah di-update Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli melalui media sosial yaitu tentang data diri pasien Covid (nama, alamat) maka masyarakat tidak meraba-raba lagi siapa yang terinfeksi dan siapa yang meninggal. Sampai sekarang ini di Gunungsitoli ada 142 orang positif terinfeksi Covid-19 dan 7 orang yang meninggal dunia. Rasa khawatir dan cemas masyarakat Kota Gunungsitoli mulai berkurang dan lebih menjaga diri.

Contoh di atas adalah pentingnya data di dalam kehidupan masyarakat. Seandainya dinas-dinas terkait tidak membagikan data setiap hari kepada masyarakat, maka akan menimbulkan rasa cemas, khawatir, dan curiga satu sama lain di antara masyarakat.

Secara umum definisi data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya berdasarkan hasil pengukuran atau pengamatan suatu variable yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan penjelasan bahwa data/da-ta/n keterangan yang benar dan nyata: pengumpulan untuk memperoleh keterangan tentang kehidupan petani: 2.keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan). Menurut Williams dan Sawyer (2007 : p25), data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang diolah menjadi informasi.

Data Berkualitas
Di era modern dan canggih saat ini data sangatlah penting. Namun sekarang ini data yang diperoleh di lapangan tumpang tindih antara satu kementerian dan non-kementerian. Sehingga pengambilan keputusan tidak tepat sasaran.

Contoh pemutahiran data yang tidak efektif mengakibatkan salah sasaran seperti yang diberitakan oleh CNN. Indonesia (02/12/2019), Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar mengatakan setidaknya ada tiga desa di Nias Barat yang diduga tidak berpenghuni tapi tetap menerima dana desa. Ketiga desa dimaksud, yakni Desa Kafokafo, Desa Pulau Bogi, dan Desa Imana.

Oleh karena itu, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia yang sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 12 Juni 2019 patut didukung. Manfaat satu data oleh Presiden Jokowi merupakan kebijakan tata kelola data, pemerintah guna menghasilkan data akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sangat diharapkan setelah Sensus Penduduk (SP) 2020 diharapkan seluruh data terakses satu pintu data antara instansi pusat dan daerah lewat pemenuhan standar data. Misalnya, lewat metadata, yakni informasi dalam struktur dan format baku untuk menggambarkan data. Selain itu, bisa juga melalui interoperabilitas data atau kemampuan data untuk dibagi dan dipakai, ataupun menggunakan kode referensi dan data induk.

Hal pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui dengan komprehensif soal data. Data dapat diolah untuk menjadi pijakan dalam mengambil keputusan, baik oleh pemerintah maupun swasta. Misalnya, bagi pemerintah data tunggal yang akurat sangat berguna untuk membuat perencanaan, koordinasi, dan sinkronisasi kebijakan pemerintah supaya tepat sasaran. Sedangkan bagi dunia usaha, data dapat membuat penjualan produk lebih cepat, tepat, dan masif. Inilah alasan hampir setiap usaha yang bergerak di ranah digital kini membutuhkan para analis data.

Data dan pembangunan
Bagi kehidupan kita, ada banyak manfaat penting data dalam sebuah program pembangunan, apapun itu jenis pembangunannya. Pertama, sebagai dasar penyusunan rencana dan program. Artinya, agar rencana dan program yang disusun dapat mencapai sasaran, maka peranan data sangat dibutuhkan.

Kedua, sebagai alat pengawasan atau monitor pelaksanaan program. Agar segera dapat diketahui kesalahan atau penyimpangan yang terjadi maka peranan data sangatlah penting. Ketiga, sebagai dasar penilaian atau evaluasi, untuk dapat mengetahui hasil akhir pelaksanaan program maka diperlukan data. Terakhir atau keempat, pengambilan keputusan atau penentuan kebijakan. Seorang pemimpin memerlukan data yang telah dianalisis sebagai senjata yang paling diandalkan dalam menentukan kebijakan atau pengambilan keputusan.

Dalam laporan World Economic Forums (WEF) juga menyebutkan bahwa perkembangan super cepat dari teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam lingkungan kerja bakal menggusur 75 juta pekerjaan, sambil menambah 133 juta pekerja baru 2022.

Padahal merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, jumlah penganguran di Indonesia hampir menyentuh 7 juta orang. Artinya prediksi WEF dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Sehingga, kehadiran data tunggal dan berkualitas dapat diperlukan dalam menyusun program pembangunan SDM yang tepat sasaran untuk menjawab permasalahan Indonesia. Oleh karena itu melalui Sensus Penduduk 2020, Indonesia memiliki data yang akurat dan dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi saat ini. (c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru