Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

BNN: Pengguna Narkotika di Indonesia Tahun 2012 Capai 4,5 Juta Jiwa

*22 Persen di Antaranya Pelajar
- Senin, 27 Januari 2014 17:11 WIB
319 view
 BNN: Pengguna Narkotika di Indonesia Tahun 2012 Capai 4,5 Juta Jiwa
Jakarta (SIB)- Jumlah pengguna narkotika di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Bahkan, tahun 2012, Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis jumlah pengguna narkotika di Indonesia mencapai 4,5 juta jiwa atau sekitar 2 persen dari total penduduk Indonesia.

Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto mengatakan, dari 4,5 juta jiwa pengguna narkotika itu, hanya 0,047 persennya saja yang menjalani proses rehabilitasi.

"Atau sekitar 18 ribu jiwa pengguna narkotika yang menjalani rehabilitasi. Posisi sekarang tempat rehab banyak, tetapi kosong karena sedikitnya yang mau rehab," kata Sumirat, Minggu (26/1).

Hal ini diungkapkan Sumirat di Lapangan Bhayangkara, Jl Trunojoyo, Jaksel di sela-sela Pencanangan 2014 Tahun Penyelamatan Pengguna Narkotika.

Dari 4,5 juta jiwa pengguna narkotika, 70 persennya adalah pekerja dan 22 persen pelajar. Meski lebih sedikit, pengguna narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa sangat dikhawatirkan oleh BNN.

"Karena pelajar itu kan generasi muda yang akan pengaruhi temannya sendiri," ucap Sumirat.

Sumirat melanjutkan, untuk tempat rehabilitasi, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial telah menunjuk 132 puskesmas, 45 rumah sakit dan 40 pusat rehabilitasi sebagai tempat rehabilitasi. BNN sendiri memliki 133 tempat pusat rehabilitasi yang berada di Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan di BNN sendiri.

Ia menyarankan, kepada pengguna narkotika untuk segera melaporkan diri ke tempat-tempat yang ditunjuk tadi. Bila tidak, ketika tertangkap tangan menggunakan narkotika, maka tetap akan diproses pidana.

"Tetapi nanti di pengadilan juga hakim mempertimbangkan kalau dia pengguna, dia bisa dimasukan ke panti rehabilitasi," tuturnya.

Sumirat menambahkan, masih kurangnya pengguna narkotika yang melakukan rehabilitasi mengakibatkan meningkatnya pasar narkotika di Indonesia. Pelaku pengedar narkotika melihat Indonesia masih berpotensi menjadi pasar mereka karena masih banyaknya angka pengguna.

"Ada pengguna maka ada pasar. Sementara bagi pecandu, rehab itu dirasakan masih berat," pungkasnya. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru