Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026
BEI Sumut Mencatat:

Pelaku Usaha dan Pasar Perlu Dapatkan Informasi serta Wawasan Terkini

Redaksi - Kamis, 03 Desember 2020 17:18 WIB
301 view
Pelaku Usaha dan Pasar Perlu Dapatkan Informasi serta Wawasan Terkini
Internet
Muhammad Pintor Nasution
Medan (SIB)
“Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan tidak hanya bagi Indonesia, juga seluruh dunia akibat peristiwa luar biasa pandemi Covid-19,” ungkap Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut Muhammad Pintor Nasution dalam siaran persnya, Sabtu (28/11) .

Ia mengatakan, dampak terbesar memukul perekonomian Indonesia dan global. Namun, dinamika dan tantangan pada tahun 2020 ini juga telah berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Ditambah lagi, adanya tensi geopolitik yang terjadi pada tatanan global, turut menambah risiko ketidakpastian yang terjadi di seluruh dunia.

Faktor-faktor tersebut, katanya, berdampak signifikan terhadap kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara umum, termasuk dunia usaha serta pasar keuangan global maupun domestik.

Pelaku usaha dan pelaku pasar menghadapi berbagai kendala karena terganggunya aktivitas ekonomi dari segala lini, baik dari sisi produksi maupun konsumsi.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -3,49 %(yoy).

Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tersebut dinilai banyak pihak mulai memberikan sinyal perbaikan apabila dibandingkan dengan kuartal II-2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -5,32 % (yoy).

Disebutnya, dalam kondisi seperti itu , diperlukan adanya langkah dan kebijakan yang tepat serta terukur untuk menghadapi tekanan yang terjadi sekaligus guna mengantisipasi risiko yang ada.

Karena itu, penting bagi para pelaku usaha dan pelaku pasar untuk mendapatkan berbagai informasi serta wawasan mengenai kondisi terkini, peluang, juga tantangan yang akan dihadapi, termasuk arah kebijakan Pemerintah atau otoritas yang relevan.

Harapannya, pelaku pasar serta pelaku usaha dapat menetapkan strategi yang tepat untuk menghadapi situasi ini dan pada akhirnya, turut berperan positif dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Melihat kondisi tersebut serta dalam rangka mempersiapkan stakeholders di Pasar Modal Indonesia serta pelaku bisnis menghadapi kondisi resesi perekonomian di Indonesia, maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK),

PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan acara CEO Networking 2020 dengan tema “Building Resilience to Economic Recovery” yang merupakan rangkaian acara Peringatan ke-43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh 1.043 peserta yang merupakan para petinggi OJK, para Direksi dan Dewan Komisaris BEI, para Direksi dan Dewan Komisaris KSEI, para Direksi dan Dewan Komisaris KPEI, CEO dari stakeholders di Pasar Modal Indonesia, di antaranya adalah Perusahaan Tercatat, anggota bursa, Perusahaan Binaan IDX Incubator, Bank Kustodian, Manajer Investasi, Selling Agent serta perwakilan Asosiasi, Investor Institusi, dan stakeholders Pasar Modal Indonesia lainnya. (M2/a)

Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru