Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Emas Turun, Rupiah Melemah

Redaksi - Rabu, 13 Januari 2021 17:20 WIB
300 view
Emas Turun, Rupiah Melemah
Foto Dok
Gunawan Benyamin
Medan (SIB)
Kinerja mata uang Rupiah diperdagangkan melemah pada Rabu (12/1). Rupiah sempat turun ke 14.200 per dolar AS. Pelemahan Rupiah terjadi dipicu oleh membaiknya imbal hasil obligasi di AS.

Kenaikan imbal hasil tersebut tidak terlepas dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS yang meyakini adanya pemulihan ekonomi AS kebdepan. Hal ini memicu terjadinya pemburuan asset dalam mata uang dolar AS, ungkap Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Selasa (12/1)

Disebutnya, kondisi ini memperburuk kinerja sejumlah mata uang di Asia termasuk Rupiah.

Selain itu, katanya, banyak mata uang di Asia yang tertekan seiring dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di banyak negara. Dolar AS sendiri meskipun akan dibanjiri stimulus, tetapi justru banjirnya dolar karena stimulus tidak lantas membuatnya ditinggalkan.

Sikap optimis terkait dengan membaiknya kondisi ekonomi ke depan membuat pelaku pasar yakin bahwa dalam jangka menengah dolar AS lebih banyak diminati dibandingkan asset berisiko lainnya. Selain mata uang, penguatan dolar juga membuat harga emas kembali turun setelah sempat naik tajam sebelumnya.

Harga emas saat ini ditransaksikan di level $1.840-an per dolar AS. Setelah sempat meroket dan menyentuh level $1.900 per ons troy nya. Penguatan dolar AS sementara ini menjadi alasan mengapa emas menjadi kurang begitu menarik.

Walau demikian, harga emas diyakini masih akan mampu berada di atas level $1.800-an per ons troy. Namun, baik mata uang dan harga emas diyakini masih akan mampu untuk berbalik menguat, seandainya di pekan depan nantinya pelaku pasar justru melihat potensi tekanan pada ekonomi AS maupun global seandainya sikap Presiden AS yang baru justru memberikan tekanan kepada ekonomi dunia.

Namun, pelemahan Rupiah sejauh ini juga tidak perlu direspon dengan intervensi oleh Bank Indonesia. Rupiah sudah menguat sangat tajam sebelumnya. Dan pelemahan saat ini belum harus diikuti dengan intervensi pasar. Saya menilai Rupiah masih bergerak dalam rentang angka yang ideal, imbuhnya.

Yang penting kinerja Rupiah saat ini tidak mengganggu kinerja ekonomi makro secara keseluruhan. Kondisi neraca dagang diyakini akan tetap baik, sejumlah harga kebutuhan pangan ataupun inflasi tidak akan banyak dipicu oleh pelemahan Rupiah belakangan ini.

Jadi belum dibutuhkan langkah dalam menstabilkan harga. Jadi jangan panik dulu, imbuh Gun.(M2/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru