Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026
Buka Rakornas KAHMI

Jokowi: Kita Ingin Banyak Lompatan Walaupun Kondisi Krisis

Redaksi - Sabtu, 16 Januari 2021 11:19 WIB
402 view
Jokowi: Kita Ingin Banyak Lompatan Walaupun Kondisi Krisis
Foto: Biro Pers Setpres/Muchlis Jr
SAMBUTAN: Presiden Jokowi memberikan sambutan secara virtual pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional III KAHMI Tahun 2021 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/1).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia bukan hanya ingin keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, Indonesia harus terus melakukan lompatan dan inovasi di masa krisis ini.

"Kita bukan hanya ingin keluar dari krisis, tetapi ingin melakukan banyak lompatan walaupun dalam kondisi krisis (akibat pandemi)," ujar Jokowi saat memberikan sambutan Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tahun 2021 yang ditayangkan YouTube KAHMI, Jumat (15/1).

Salah satu lompatan tersebut, kata Jokowi, adalah memperbaiki ekosistem perekonomian nasional melalui Undang-undang Cipta Kerja.

Selain itu juga melalui reformasi birokrasi dan kepastian hukum melalui penguatan pembiayaan pembangunan.

"Antara lain dengan dibentuknya Indonesia Investment Authority (INA). Ini adalah sebuah Souverign Wealth Fund (SWF) yang semua negara memiliki dan kita baru saja memiliki ini. Dan berbagai inovasi-inovasi lainnya," ungkap Jokowi.

"Dengan berbagai upaya dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat, kita berharap peluang kerja bisa diciptakan sebanyak-banyaknya, pengembangan usaha bisa tumbuh subur dan UMKM bisa naik kelas," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyebut dalam 10 bulan terakhir pemerintah telah berusaha untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan langkah-langkah yang luar biasa.

Antara lain menangani bidang kesehatan, memberikan perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang rentan dan miskin sertamemberikan dukungan bagi UMKM dan dunia usaha agar mampu bertahan tidak ada PHK dan bisa bergerak kembali.

Oleh karena itu, Jokowi berharap agar KAHMI bisa berkontribusi besar dalam mengembangkan terobosan di berbagai bidang.

Utamanya dalam pengembangan SDM dalam pengembangan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi dan pengembangan kewirausahaan terutama di kalangan generasi muda.

Presiden Jokowi membuka acara Rakornas KAHMI secara virtual. Jokowi berbicara mengenai keislaman dan keindonesiaan yang saling melengkapi dalam rangka menguatkan persatuan bangsa.

Jokowi awalnya menyampaikan rasa kagumnya kepada anggota KAHMI yang tersebar di berbagai lembaga pemerintahan.

"Kadernya ada di mana-mana, menjadi pengusaha sukses banyak, ada di birokrasi, ada, di partai politik banyak, di lembaga negara juga banyak. Dan dipercaya mengisi banyak tugas strategis, termasuk di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Ada Prof Mahfud Md, ada Prof Muhadjir Effendy, ada Pak Zainuddin Amali, ada Pak Syahrul Yasin Limpo, ada Pak Sofyan Djalil, ada Pak Suharso Monoarfa, ada Adinda Bahlil Lahadalia dan yang lain-lainnya yang mungkin saya tidak ingat satu per satu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah agar bangsa Indonesia kembali bangkit. Dia berharap pemerataan pembangunan bisa ditingkatkan.

"Dengan berbagai upaya ini dan dukungan dari seluruh komponen bangsa, kita berharap peluang kerja bisa diciptakan sebanyak-banyaknya, pengembangan usaha bisa tumbuh subur, dan UMKM bisa naik kelas dan tentu saja kemiskinan bisa dientaskan dan pemerataan pembangunan bisa kita tingkatkan," ujar dia.

Dia lalu kembali menyinggung peran KAHMI di berbagai sektor, mulai lembaga negara hingga korporasi. Jokowi menyampaikan terima kasih atas peran KAHMI dalam menempatkan keislaman dan keindonesiaan yang saling melengkapi.

"Terima kasih atas peran KAHMI memperkuat pilar-pilar kebangsaan yang menempatkan keislaman dan keindonesiaan yang saling melengkapi dan meneguhkan, yang mengokohkan kesatuan Indonesia yang majemuk, yang mendukung inovasi dan kemajuan Indonesia ke depan," ujar dia.

Jokowi juga menyambut baik pendirian Universitas Insan Cita Indonesia. Jokowi mengatakan pembukaan universitas tersebut bisa memperluas khazanah pendidikan.

"Sebagai penutup, saya tegaskan kembali bahwa dengan dukungan keislaman untuk keindonesiaan dengan modernisasi dan moderasi, dengan kerja keras penguasaan iptek dan inovasi, saya meyakini insyaallah Indonesia maju bisa cepat kita raih. Saya yakin usaha sampai," sambung Jokowi. (Kompas.com/detikcom/f)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru