Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

BPS Sumut: Perekonomian Sumut Tahun 2020 Mengalami Kontraksi 1,07 %

Redaksi - Sabtu, 06 Februari 2021 10:46 WIB
429 view
BPS Sumut: Perekonomian Sumut Tahun 2020 Mengalami Kontraksi 1,07 %
Internet
Kepala Perwakilan BPS Sumut Syech Suhaimi, Jumat (5/2 - 2021).
Medan (SIB)
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat perekonomian di provinsi ini tahun 2020 mengalami kontraksi 1,07% dibanding capaian tahun 2019 sebesar 5,22%.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi kepada wartawan melalui live streaming Jumat (5/2).

Ia menyebutkan, perekonomian Sumatera Utara tahun 2020 yang diukur berdasarkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto ) atas dasar harga berlaku mencapai Rp811.282,84 miliar dan PDRB per kapita mencapai Rp55,18 juta.

Dari sisi produksi, katanya kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan (LUT dan P) sebesar 12,77%.

Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 10,36%.

Selanjutnya ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 (c-to-c), kontraksi ekonomi Sumut tahun 2020 terjadi pada beberapa lapangan usaha.

Kontraksi tertinggi dialami oleh Transportasi dan Pergudangan sebesar 12,77% diikuti oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,26% dan Jasa Perusahaan sebesar 4,71%.

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2020, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,48% diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 0,18%, Real Estate sebesar 0,07% dan Jasa Keuangan sebesar 0,04%.

Sumber pertumbuhan ekonomi Sumut dari lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi sebesar 1,84%,” ujarnya.

Struktur PDRB Sumut menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada tahun 2020 tidak menunjukkan perubahan berarti.
Disebutnya, perekonomian Sumut masih didominasi oleh Lapangan Usaha utama yakni Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (21,33%) Industri Pengolahan (19,29%); Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (18,88%) dan Konstruksi (13,59%).

Menyinggung ekonomi Sumut triwulan IV-2020 dibanding triwulan IV-2019, sebutnya, mengalami kontraksi sebesar 2,94% (y-on-y).

Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,93%. Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 15,12%.

Ekonomi Sumut triwulan IV-2020 dibanding triwulan III-2020 mengalami perlambatan sebesar 0,05% (q-to-q).

Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh penurunan pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang mengalami penurunan sebesar 2,10%.

Dari sisi pengeluaran, disebabkan oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang mengalami perlambatan sebesar 2,59%.
Syech menambahkan, struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial tahun 2020 didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau.

Provinsi Sumut memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto di Pulau Sumatera, yakni sebesar 24,06%, diikuti Provinsi Riau sebesar 21,62% dan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 13,60%.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2020 terhadap Triwulan IV-2019 (y-on-y) Ekonomi Sumut triwulan IV-2020 dibanding triwulan IV-2019 (y-on-y) mengalami kontraksi sebesar 2,94%.

Kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,93% diikuti oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,83% dan Jasa Perusahaan sebesar 7,84%, imbuhnya. (M2/d)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru