Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Peserta Sidang Raya PGI Harapkan Kaderisasi Generasi agar Mampu Memberi Pengaruh

- Jumat, 14 November 2014 16:09 WIB
522 view
Peserta Sidang Raya PGI Harapkan Kaderisasi Generasi agar Mampu Memberi Pengaruh
SIB/ Horas Pasaribu)
Suasana makan siang peserta Sidang Raya XVI PGI 2014 hari ketiga, Kamis (13/11) di Kompleks STT BNKP Sundermann Gunung Sitoli, Nias.
Gunungsitoli (SIB)- Sidang raya PGI XVI di Gunungsitoli yang telah memasuki hari ke- 3 dengan agenda laporan kerja dan keuangan MPH- PGI periode sebelumnya, diselingi penyampaian saran dan masukan dari peserta, Kamis (13/11).

Sejumlah perwakilan dari gereja di Sulawesi dan Sumatera menyampaikan pernyataan yang sama tentang dibutuhkannya efektifitas pengelolaan kaderisasi untuk pemuda Kristen sehingga di tengah arus modernisasi secara lambat laun tercipta sosok sosok pemimpin handal yang mampu berbicara dan memberi pengaruh secara nasional serta internasional untuk membela hak-hak Kristen sesuai konstitusi dan Pancasila.

"PGI harus mengefektifkan divisi kepemudaan, melakukan pendidikan dan latihan, serta memberi fasilitas beasiswa pendidikan, sehingga ajaran secara kristen diharapkan menghasilkan SDM membela gereja dan umat," seru Pdt KB STh yang di cermati secara seksama peserta.

Saat ini disebutkan para senior di PGI tidak boleh termangu dan mengabaikan pemuda yang secara otomatis akan mengantikan peran sebagai kapten lokomotif Kristen, sehingga dengan berbagai upaya harus menurunkan ilmu kemampuan, pengalaman yang dibalut oleh iman kristiani.

Tidak bisa dibayangkan jika generasi muda salah arah dan lebih tertarik kepada ajaran gereja yang tidak sewadah dengan PGI dan ternyata digandrungi pemuda. Kondisi ini dapat memutus sistem generasi dan menjadikan PGI serta umat Kristen kesulitan memainkan peran dalam dunia yang semakin kompetitif serta penuh diskriminatif.

Sementara sejumlah gereja yang berpusat di Sumatera Utara seperti HKBP, GBKP, HKI dan sebagainya menyampaikan sejumlah aspirasi agar memperbaiki missi pelayanan dan peran PGI pada semua lini ke depan.

Semua gereja yang tergabung dalam PGI dikatakan harus konsisten dalam perjuangan kesamaan hak menjalankan kepercayaan di NKRI. Upaya pihak-pihak lain yang mencona mengerdilkan umat Kristen harus ditentang dan diluruskan.

Dicontohkan seperti Surat Keputusan Bersama 2 Menteri yang dinilai mengebiri sebagian hak umat Kristen dahulunya ditentang dan dikritik agar dilakikan reviu, namun belakangan suara PGI semakin kecil dan menghilang sehingga memudahkan terjadi kesemena-menaan penutupan rumah ibadah di Jawa dan beberapa daerah lain.

Selanjutnya peserta mendukung PGI agar konsisten menyampaikan kritik sehat kepada pemerintah dengan mengesampingkan sinisme dan kekecewaan berlebihan, memberikan masukan sesuai dengan nurani gereja.

PGI juga diminta tidak mau didikte pemerintah. Harus berjalan pada garis normal sehingga tidak dipandang sebelah mata. "PGI hendaknya tidak tergantung kepada pemerintah dalam kebijakan serta kendala operasional," terang mereka. Diharapkan PGI melakukan pengelolaan keuangan dan aset dengan benar secara akuntan. Aset PGI yang dinilai besar akan menghasilkan laba yang memuaskan jika dikelola dengan baik. (A36/A14/A33/i)





Tari Moyo ditampilkan putri-putri Nias menghibur peserta Sinode Raya XVI PGI 2014 yang sedang menikmati makan siang, ,  Kamis (13/11) di Kompleks STT BNKP Sundermann Gunung Sitoli, Nias. (Foto SIB/ Horas Pasaribu)


Suasana makan siang peserta Sidang Raya XVI PGI 2014 hari ketiga,  Kamis (13/11) di Kompleks STT BNKP Sundermann Gunung Sitoli, Nias. (Foto SIB/ Horas Pasaribu)

Ketua Umum PGI Pusat Pdt  Dr Andreas A Yewangoe pada Paripurna VIII Pengantar ke Sidang Seksi dan panitia,  Kamis (13/11) di Kompleks STT BNKP Sundermann Gunung Sitoli, Nias. (Foto SIB/ Horas Pasaribu)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru