Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026
Kementerian Pariwisata Optimis Usulan Geopark Kaldera Toba Disetujui

Lampiran Dossier Kaldera Toba Untuk Unesco Ditergetkan Selesai Pekan Ini

- Rabu, 19 November 2014 17:51 WIB
493 view
Jakarta (SIB)- Kementerian Pariwisata Indonesia optimis Danau Toba akan disetujui sebagai anggota GGN (Global Geopark Network) oleh Unesco. Pasalnya, dokumen usulan (dossier) Geopark Kaldera Toba sudah memasuki tahap akhir pemberkasan lampiran.

Hal tersebut, diungkapkan Staf Direktorat Wisata minat khusus di kementerian Parawisata, Putra, kepada SIB di ruang kerjanya, Jalan Merdeka Barat, Selasa (18/11).

“Ya prosesnya dokumen usulan (dossier) sudah selesai. Kita hanya tinggal menunggu lampirannya saja. Kalau sudah selesai nanti baru kami kirim Ke Unesco,” kata Putra di ruang kerjanya.

Termasuk, sambung Putra, proses perubahan lampiran dari bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris juga sudah selesai dilakukan. Diketahui berkas lampiran tersebut berjumlah sekitar 1200-an halaman lebih.

Selain itu, Putra juga menegaskan pihaknya akan mengirimkan berkas tersebut ke Unesco pekan depan.

“Ya kemungkinan akan kami kirim minggu depan,” ujar Putra sambil melanjutkan pihaknya berkeyakinan bahwa pihak Unesco akan mengabulkan usulan Pemprovsu terkait Geopark Kaldera Danau Toba sebagai anggota GGN (Global Geopark Network) Unesco pada 2015.

Meski demikian, Putra berkeyakinan usulan agar Danau Toba, disetujui masuk sebagai anggota GGN dapat menjadi kenyataan. Namun demikian, Putra menyerahkan hal tersebut kepada pihak terkait.

“Semua kembali lagi pada penilaian Unesco,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan SIB, Pemprovsu menargetkan Geopark Kaldera Danau Toba akan ditetapkan sebagai anggota GGN (Global Geopark Network) Unesco pada 2015 dan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan dokumen usulan (dossier) Geopark Kaldera Toba secara maksimal untuk disampaikan ke GGN Unesco pada 1 Oktober 2014.

Hal itu disampaikan Gubsu H Gatot Pujonugroho ST dalam nota jawabnya terhadap pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi-fraksi DPRD Sumut tentang Nota Keuangan R-APBD Sumut TA 2015, pada rapat paripurna dewan yang dipimpin Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, dihadiri Sekdapropsu H Nurdin Lubis SH MM, Asisten I Setdapropsu Hasiholan Silaen dan unsur SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Propsu, Rabu (3/9) di DPRD Sumut.

“Pemprovsu sangat mengapresiasi masukan dari F-PDS maupun FP Demokrat  tentang program Geopark yang diupayakan secara ilmiah, terukur dan intensif.

Geopark adalah taman bumi yang merupakan satu konsep manajemen pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadu serasikan keragaman alam, yaitu keragaman geologi, keragaman hayati (biodiversity) dan keragaman budaya (culture diversity),” ujarnya.

Tujuannya untuk pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis azas perlindungan atau konservasi keragaman. Apalagi Geopark Kaldera Toba yang telah ditetapkan menjadi Geopark Nasional Kaldera Toba yang ditandatangani Presiden RI pada 24 Maret 2014, merupakan produk letusan gunung api yang maha dahsyat (super vulcano) yang memiliki nilai warisan geologi dunia.

“Untuk mewujudkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba, maka Geopark Nasional kaldera Toba akan dijadikan sebagai ikon pariwisata Sumut, karena warisan geologi ini merupakan keunggulan tujuan wisata yang merupakan perpaduan serasi antara potensi alam dengan kekayaan budaya,” ujar Gatot.

Selain itu, tambahnya, Danau Toba yang terletak di bagian tengah Propinsi Sumut memiliki lokasi wisata bertaraf internasional. Dalam proses pencapaian ke tingkat nasional dan global Geopark network Unesco, Pemprovsu telah melakukan tahapan-tahapan pelaksanaan, melalui komitmen bersama dengan ditandatanganinya kesepakatan oleh tujuh bupati di kawasan Danau Toba.

Selain itu, katanya, Pemprovsu juga telah membentuk tim percepatan Geopark Kaldera Toba menuju Unesco berdasarkan Surat Keputusan Gubernur No:188.44/404/KPTS/2013 tertanggal 26 Juni 2013, pembentukan kelembagaan geopark, sosialisasi geopark kepada masyarakat di tujuh kabupaten kawasan Danau Toba serta penyusunan dossier yang sedang dalam tahap penyempurnaan.

“Geopark merupakan suatu konsep manajemen kawasan yang memadu-serasikan keterkaitan antara Geopark diversity sebagai tempat hidup dengan flora dan fauna serta budaya yang berkembang di daerah itu, akan dikelola dengan tiga pilar utama konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, dalam rangka memberi masukan dan saran untuk pengajuan Geopark kaldera Toba ke dalam GGN Unesco, Advisory dari GGN Unesco Prof Patrick Mckeever telah berkunjung ke kawasan Geopark Kaldera Toba pada 3-4 Agustus 2014 dan menyatakan “out standing value”, dari kaldera Toba memenuhi syarat untuk menjadi anggota GGN Unesco.

“Prof Patrick memberikan saran dalam penyusunan dossier serta merekomendasikan untuk bisa hadir dalam Internasional Unesco Confrence on Global Geopark di Kanada pada 18-19 September 2014,” ujar Gatot sembari menambahkan, Pemprovsu sedang giatnya mempersiapkan dokumen usulan untuk disampaikan pada 1 Oktober 2014 ke GGN Unesco. (BAS/h)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru