Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Belajar dari Tianjin, Jokowi akan Kembangkan 24 Pelabuhan di Indonesia

- Senin, 24 November 2014 20:35 WIB
343 view
 Belajar dari Tianjin, Jokowi akan Kembangkan 24 Pelabuhan di Indonesia
SIB/Foto/Facebook
Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi sarapan bareng dengna PM Singapura Lee Hsien Loong, Sabtu (22/11)
Beijing (SIB)- Pembangunan infrastruktur adalah program mutlak bagi Presiden Joko Widodo. Salah satu yang paling penting adalah membangun pelabuhan yang mumpuni. Salah satu pelabuhan yang layak ditiru adalah di Tianjin, Tiongkok.

Setelah meninjau pelabuhan Tianjin, Jokowi berbicara pada wartawan soal rencana jangka panjangnya dalam pembangunan pelabuhan. Untuk 5 tahun ke depan, ada 24 pelabuhan yang siap dibangun, dengan sistem konektivitas dan efisiensi terinspirasi dari Tianjin.

"Rencananya kita akan mengembangkan 24 pelabuhan dalam 5 tahun ini. Oleh sebab itu kenapa kita ke Tianjin, karena ini adalah perusahaan terbesar dan arah pengembangan ke depan," kata Jokowi di kereta cepat saat kembali dari Tianjin menuju Beijing di sela-sela acara APEC beberapa waktu lalu.

Tak hanya pelabuhan, pembangkit listriknya pun akan dipelajari. Lalu memaksimalkan kemungkinan pembangunannya yang terintegrasi dengan pelabuhan dan zona industri.

"Jadi satu kenapa? menjadi lebih efisien, membawa barang ke pelabuhan dekat. Menarik listrik ke industri dekat, inilah yang terus kita ingin pelajari kan. Kenapa barang-barang mereka sangat kompetitif dan efisien, salah satunya terintegrasinya pelabuhan pembangkit listrik dan zona industri," paparnya.

Mulai tahun 2015, kata Jokowi, bakal ada empat pelabuhan yang dibangun. Dananya bisa berasal dari investasi atau APBN. Lokasinya di mana? Jokowi masih belum mau membocorkan.

"Nanti saya sebut," tambahnya.

Nilai investasinya juga belum mau dibocorkan Jokowi. Namun dia sempat menanyakan biaya pembangunan pelabuhan adalah Rp 70 triliun.

"Tianjin itu pelabuhan sangat efisien, pembangkit listrik saya tanyakan hanya 6 sen (per mega watt). Saya selalu tanya biaya, kereta cepat, antara Rp 150-200 miliar per kilometer," ungkapnya. (detikcom/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru