Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

BPJS: Kalau Ada Rumah Sakit Bilang Kamar Penuh Kepada Peserta BPJS, Laporkan!

- Selasa, 25 November 2014 19:31 WIB
820 view
Jakarta (SIB)- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) meminta masyarakat tak takut melapor bila ada rumah sakit nakal. Kalau ada rumah sakit tanya soal pakai BPJS atau tunai saat hendak masuk menjalani perawatan, bisa dilaporkan.

Kadang ada petugas rumah sakit yang menyebut ruangan penuh saat pasien yang baru datang menggunakan BPJS.

"Jadi kalau ada seperti itu, saat bilang pakai BPJS dan kamar penuh, laporkan saja ke petugas BPJS center yang ada di rumah sakit atau laporkan ke Kemenkes," jelas Kepala Departemen Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi, Senin (24/11).

Menurut dia, bisa saja hal itu terjadi karena pihak manajemen rumah sakit atau ada oknum. Pastinya pasien jangan takut melaporkan.

"Kita akan evaluasi rumah sakit yang melakukan diskriminasi," urai dia.

Pastinya, masyarakat jangan takut dan khawatir. Dan dia menyampaikan kartu BPJS juga hingga kini masih bisa dipakai di sejumlah rumah sakit. Biasanya, penggunaan kartu ini berjenjang dengan mendapatkan rujukan Puskesmas lebih dahulu sebelum ke rumah sakit. Sedang untuk pembuatan bisa ke BPJS atau ke Kemensos.

"Pengguna BPJS bisa ke rumah sakit bila darurat," tutup dia.

Betapa Teganya

Kelas menengah atas banyak meributkan soal kartu BPJS dan KIS. Apakah kegunaannya sama, anggarannya dari mana dan lainnya. Tapi, apakah Anda tahu di kalangan masyarakat kelas bawah banyak yang mendamba kartu itu. Biaya rumah sakit dan pengobatan sungguh mahal.

Seperti kisah Ridho, seorang guru honorer di salah satu sekolah di Bogor. Perantau dari Pulau Sumatera yang tinggal di rumah kontrakan ini sempat terserang tipes dan harus dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu.

"Saat masuk perawat tanya, pakai BPJS atau Tunai?," terang Ridho menuturkan, Senin (24/11).

Ridho yang dibawa temannya kemudian menanyakan soal kamar yang kosong. Sang perawat sempat berkata kalau kamar penuh, tapi bila membayar tunai akan dicarikan kamar.

"Nggak lama pas bilang tunai saja, disebut ada kamar kosong untuk semua kelas. Bagaimana kalau saya bilang BPJS? Bisa nggak dirawat," urai dia.

Tak hanya Ridho, Angga seorang buruh di sebuah pabrik di Bogor pun demikian. Saat sang anak sakit dan dibawa ke rumah sakit, pihak administrasi menanyakan soal kartu yang dipakai atau memakai uang tunai atau asuransi.

Karena kondisi balitanya sudah parah, Angga segera menyebut membayar tunai. Tak lama, ruangan di dapat. "Ya mesti keluar Rp 7 juta buat biaya rumah sakit dan obat, untung ada tabungan," terangnya.

Soal kartu BPJS atau sekarang KIS ini memang ramai diungkit kelas menengah di media sosial. Tapi apakah mereka tahu tetangga miskin di lingkungan mereka sudah punya? Pasti banyak yang tidak tahu. Bukan apa-apa, banyak juga masyarakat miskin tak tahu bagaimana cara mendapatkan BPJS atau sekarang KIS itu. Belum lagi kadang ada rumah sakit yang menolak penggunaan kartu itu, dengan dalih kamar penuh.

"Cuma ramai saja itu orang pada ngomongin, tapi bikinnya di mana sama gimana nggak tahu. Pak RT juga nggak ada kabar," jelas Hasyim seorang warga lainnya. (detikcom/f)   

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru