Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

IPW Desak Pemerintah Bentuk Tim Independent Kasus Makasar

- Selasa, 02 Desember 2014 11:04 WIB
335 view
Jakarta (SIB)- Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim independen mengusut kasus tewasnya masyarakat sipil dalam aksi demo di Makassar dan kasus penyerbuan polisi ke musolah di Pekanbaru dan penembakan musolah dengan gas air mata dalam aksi demo di Makassar.

"Indonesia Police Watch (IPW) menilai Polri tidak serius menuntaskan kasus ini, sehingga mendesak pemerintah menurunkan tim investigasi," kata Ketua Presidium, Neta S Pane dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Senin (1/12).

IPW juga mengecam sikap arogan dan represif polisi dalam mengendalikan aksi demo mahasiswa di Makassar. Sikap arogan dan represif itu sudah menyebabkan satu orang tewas.

"Ironisnya yang tewas adalah masyarakat biasa dan bukan mahasiswa yang demo. Kematian warga sipil dalam pengendalian aksi demo itu harus diusut tuntas. Apalagi penyebab kematiannya masih simpang siur," sesal Neta.

Namun demikian, IPW hingga saat ini masih belum mendapatkan informasi yang akurat terkait kematian demonstran di Makassar, Sulawesi Selatan itu, apakah korban meninggal akibat ditabrak watter cannon polisi, atau karena dipukuli atau terkena  tertembak.

"Tim investigasi perlu mengusutnya untuk kemudian membawa pelakunya ke pengadilan," tegas Neta.

Sebelumnya, polisi juga bersikap represif dalam menangani aksi demo mahasiswa di Pekanbaru, Riau. Bahkan polisi mengejar mahasiswa hingga ke musolah tanpa membuka sepatu.

Di Makassar dalam mengendalikan aksi demo, polisi juga menembaki musolah dengan gas air mata untuk menghalau mahasiswa yang bersembunyi.

Selain itu, IPW berharap MUI melakukan protes terhadap Polri. Kasus ini tidak boleh terulang. Sebab mushollah adalah tempat ibadah yang harus dihormati semua pihak dan tidak boleh dinistakan.

"Pimpinan Polri tidak boleh membiarkan kasus ini dan jangan sampai masyarakat serta tokoh-tokoh agama bertindak sendiri-sendiri dalam menyelesaikan pelecehan serta penistaan terhadap musolah ini," pungkasnya. (BAS/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru