Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026
Anggota DPR RI Dr Ir Nurdin Tampubolon

Tujuh Bupati Harus Berperan Aktif Menyelamatkan Danau Toba

- Selasa, 02 Desember 2014 18:20 WIB
656 view
Tujuh Bupati Harus Berperan Aktif Menyelamatkan Danau Toba
Anggota DPR RI Dr Ir Nurdin Tampubolon (Photo SIB G1)
Jakarta (SIB)- Anggota DPR RI Dr Ir Nurdin Tampubolon menegaskan, tujuh Kepala Daerah (KDh) atau bupati yang daerahnya berada di kawasan Danau Toba harus bergerak aktif untuk secara bersama-sama menyelamatkan Danau Toba dari " kehancuran" , baik dari segi lingkungan hidup,historis, geologi maupun keindahannya. 

Sebab,apapun yang dilakukan berbagai pihak yang peduli akan masa depan Danau Toba, tidak akan banyak artinya tanpa ada peran serta Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat. 

“Jika tidak  ada upaya segera, Danau Toba akan semakin tercemar yang  dampaknya akan berbahaya bagi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat. Sebab, di balik keindahan  dan kebanggaannya, kini keadaan Danau Toba dan alam sekitarnya tidak seindah dulu lagi, sehingga membuat hati menangis.

Airnya tercemar, sampah tampak di sana-sini, eceng gondok tumbuh semakin subur, pohon-pohon ditebang sembarangan, bukit-bukit longsor dan kesuburan tanah terdegradasi. 

"Saya kira  tidak ada alasan untuk tidak mendukung upaya-upaya yang dilakukan berbagai pihak, untuk menyelamatkan Danau Toba, yang belakangan ini sudah semakin tercemar, antara lain karena pembabatan hutan. Eceng gondok, dan lain sebagainya", kata Nurdin Tampubolon kepada SIB di ruang kerjanya  sambil menambahkan, Danau Toba yang lebih penting lagi adalah  tujuh Pemerintah Daerah (Pemda) yang berada di kawasan itu harus bergerak aktif, jangan diam menjadi penonton, yaitu Pemerintah Kabupaten Simalungun, Karo, Dairi, Humbahas, Taput, Toba  Samosir, dan Kabupaten Samosir.

Sebagaimana di beritakan  media massa  Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II yang antara lain membidangi Kehutanan dan Lingkungan Hidup mengadakan  Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Perum Jasa Tirta I, untuk membahas kondisi pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di beberapa tempat di Indonesia, termasuk Danau Toba dan Sungai Asahan.

RDPU yang dipimpin  Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, SH  tersebut dihadiri hampir seluruh anggota DPD Komite II. Juga hadir Dirut Perum Jasa Tirta I Ir Harianto Dipl HE didampingi beberapa stafnya. 

Di lain pihak,  kini sedang diusulkan pula  ke badan dunia UNESCO supaya  Danau Toba  ditetapkan sebagai kawasan Taman Bumi ( Geo Park) dunia  sehingga  merupakan momen yang tepat untuk menggerakkan  semua stakeholder untuk  bertindak cepat dan tepat, jangan sampai terlambat. 

Nurdin Tampubolon meminta  agar semua pihak mendukung usul ke UNESCO supaya  Danau Toba ditetapkan sebagai Geo Park Dunia ( Taman Bumi Dunia), termasuk kehadiran Perum Jasa Tirta I meneliti dan mengelola sumber daya air (SDA) Danau Toba, supaya lebih bermanfaat bagi daerah dan masyarakat setempat.

Diharapkan, apa dan bagaimana nanti hasil atau kesimpulan  dari tim yang dibentuk Jasa Tirta I, bisa ditaati semua pengguna air, termasuk Kepala Daerah (bupati) yang berada di kawasan Danau Toba yaitu, Bupati Tobasa, Bupati Samosir, Simalungun, Karo, Dairi, Humbahas, Tapanuli Utara, Asahan dan Labuhanbatu.

Selama ini, kata Tampubolon, memang  telah banyak badan ,lembaga atau yayasan, yang berbau Danau Toba   tetapi hingga sekarang ini belum banyak hasilnya untuk kepentingan masyarakat . 

Karena itu,  dia harap  kehadiran Perum Jasa Tirta I, dan pengusulan ke UNESCO, tidak bernasib sama. Artinya, tidak ada lagi mengganggu perjalanannya, sehingga tujuan utamanya dapat terwujud.

Dia juga meminta agar Perum Jasa Tirta I,  betul-betul mempunyai visi jauh ke depan dan memiliki jaringan yang luas, sehingga program yang merupakan bagian atau kelanjutan misi dapat dilakukan sesuai dengan apa  yang  diharapkan. 

Sebab saat ini, kondisi dan perkembangan kawasan Danau Toba kurang terarah, terfragmentasi dengan kepentingan-kepentingan ekonomi jangka pendek, egosektoral dan lain sebagainya.

Perubahan masyarakat juga terus berjalan cepat, baik karena faktor internal maupun eksternal,  pembangunan ekonomi dan globalisasi. Padahal,  tantangan -tantangan perubahan lingkungan , pengaturan tata ruang baru, perubahan sosial, ekonomi lokal dan global, akan semakin intensif pada masa mendatang.
" Tantangan tersebut perlu direspon oleh semua pihak yang peduli kawasan Danau Toba dengan semangat baru, untuk sinergi, kolaborasi ( kerjasama) dan partisipasi untuk mewujudkan kawasan Danau Toba yang indah ,lestari dan diberkati " kata Nurdin Tampubolon. (G1/c)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru