Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Menhan: Upayakan Kontrol Lalulintas udara RI Diambil Alih dari Singapura

- Kamis, 04 Desember 2014 18:38 WIB
320 view
Menhan: Upayakan Kontrol Lalulintas udara RI Diambil Alih dari Singapura
Jakarta (SIB)- Sebagian wilayah jalur penerbangan baik sipil dan militer di Indonesia masih dibawah kontrol patroli udara Singapura. Pemerintah akan segera mengambil alih dari negara tetangga tersebut.

"(Diambil alih) Bagus. Kalau kita sudah mampu nggak apa-apa. Nanti kita upayakan," ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta (3/12).

Ryamizard mengatakan kontrol yang dipegang oleh Singapura itu tidak mengganggu hubungan Indonesia-Singapura. Sebab, kontrol itu ditujukan menghindari kecelakaan pesawat.

"Nggak mengganggu. Ini masalah kedaulatan saja," imbuhnya.

Ketika ditanya bagaimana caranya mengambil alih kontrol itu, mantan KSAD ini mengatakan akan mempersiapkan segala fasilitasnya terlebih dahulu.

"Kita harus siapkan fasilitasnya. Kalau kita ambil, kita nggak punya apa-apa, nggak jalan nantinya," tutur Ryamizard tanpa merinci lebih jauh.

Kapan? Menko Tedjo: Segera!
Pemerintah akan mengambil alih kontrol lalu lintas udara dari Singapura. Pemerintah akan mengambil alih dalam waktu sesegera mungkin.

"Sesegara mungkin. Harusnya begitu, dengan perhubungan udara Kemenhub. Nanti akan saya bicarakan kepada mereka. Ini nantinya akan bicara kedaulatan juga. Karena pesawat-pesawat kita, patroli, harus izin ke Singapura. Memang alasannya untuk keselamatan penerbangan. Tapi itu wilayah kita sendiri.

Nanti bagaimana caranya bisa kita kendalikan sendiri," tutur Menko Polhukam Tedjo Edhi.

Tedjo mengatakan selama ini memang Singapura memegang kontrol udara sebagian wilayah di Indonesia. Hal itu sudah disetujui oleh International Civil Aviation Organitation (ICAO).

"Di sana untuk keselamatan harus dikendalikan. Ada aturan di sana yang disetujui oleh ICAO, Singapura mengontrol udara 100 mil, itu masuk ke wilayah kita, itu dikontrol oleh Singapura. Bukan berarti masalah kedaulatan, tapi keselamatan," jelasnya.

Tedjo mengaku ambil alih ini harus dilalukan dengan segera. Meski begitu, Indonesia juga harus menyiapkan regulasi dan SDM yang mumpuni untuk mengambil alih kontrol tersebut.
"Kita harus bisa upgrade peraturan kita, SDM kita, sehingga nanti bisa dikontrol oleh orang kita sendiri. Begitu masuk area Singapura, baru kontak ke tower Singapura. Harusnya begitu aturannya. Kita selama ini nggak pernah berpikir untuk mengambil alih. Untuk itu kita harus siapkan peralatannya dan SDM yang bisa mengontrol pesawat secara internasional dengan sedemikian banyak pesawat itu," paparnya.(detikcom/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru