Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Menkum HAM: 32 Ribu Napi di Indonesia akan Dapat BPJS

*JUga Beri Beasiswa S1 kepada Napi
- Jumat, 05 Desember 2014 11:36 WIB
346 view
Jakarta (SIB)- Sebanyak 32 ribu lebih napi di Indonesia ternyata belum mendapatkan jaminan kesehatan. Untuk itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly akan memberikan BPJS kepada mereka.

"Sebanyak 32 ribu napi kita belum dapet akses BPJS. Untuk itu, kami sudah surati Mensos dan kita sudah ajukan namanya," ujar Laoly, Kamis (4/12).

Laoly menjelaskan, setiap narapidana harus mendapatkan kesehatan dan pendidikan yang layak juga. Walaupun mereka saat ini sedang dalam masa hukuman namun mereka harus mendapatkan haknya.

"Mudah-mudahan akses kesehatan 32 ribu napi kita akan memperoleh bantuan BPJS seperti saudara-saudara di luar. Ini tanggung jawab negara negara untuk itu," jelas Laoly.

Laoly mengatakan, hak setiap warga binaan tercatat dalam UU. Tidak boleh ada perbedaan kepada mereka.

"Peraturan sesuai perundang-undangan. Pemenuhan hak-hak pendidikan dan kesehatan wajib dilakukan," tutup Laoly.

Beasiswa S1 Kepada Napi

Selain kesehatan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly juga akan memberikan pendidikan kepada warga binaan. Pendidikan yang diberikan tidak tanggung-tanggung yaitu beasiswa S1 kepada warga binaan yang kurang mampu.

"Berbagai masalah pendidikan dihadapi para warga binaan. Untuk itu kita akan memberikan perguruan tinggi masuk lapas," ujar Laoly.

Laoly mengatakan, saat ini dirinya sudah berbicara dengan tiga dekan fakultas dan dalam waktu dekat akan menandatangani MoU. Perkuliahan gratis ini baru akan dilakukan di wilayah Jakarta saja.

"Mereka punya hak pendidikan dan pengajaran. Saya sudah bertemu dengan 3 dekan fakultas dan akan lakukan MoU akses perkuliahan di lapas kita. Pertama di Jakarta dan akan dilakukan di Surabaya dan lain-lain," terang Laoly.

Laoly menambahkan, untuk menjadi salah satu penerima beasiswa ada proses yang harus dilalui. Dipastikan para napi koruptor tidak akan dapat.

"Dan tentu tidak semua, harus ada proses pemilihannya. Kita sediakan fasilitas dan seleksi yang ketat, serangkaian test," jelasnya.

Laoly juga telah meminta bantuan BNN menyediakan CSR untuk membantu program ini. "Kemarin saya ketemu BNN dan saya minta mereka menyediakan sedikit CSR untuk membantu beasiswa terhadap orang-orang di lapas," tutupnya. (detikcom/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru