Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Jaksa Agung: PK Berkali-kali Jadi Hambatan Eksekusi Mati

- Sabtu, 06 Desember 2014 14:30 WIB
336 view
Jakarta (SIB)- Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengeksekusi 5 terpidana mati sebelum matahari tahun 2015 terbit. Jaksa Agung HM Prasetyo menyebutkan ada beberapa aspek yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan eksekusi pidana mati.

"Saya sering katakan aspek harus dipenuhi, aspek yuridis dan aspek teknis. Aspek yuridis yang berkaitan dengan hak hukum yaitu upaya hukum biasa dan luar biasa. Upaya hukum biasa itu seperti banding dan kasasi itu waktunya sudah ditentukan," ucap Prasetyo di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (5/12).

Selain itu, Prasetyo juga menyebutkan ada aspek hukum luar biasa seperti Peninjauan Kembali (PK). Nah, aspek hukum luar biasa ini sering menjadi hambatan dalam eksekusi pidana mati.

"Dan masalahnya upaya hukum ada peninjauan kembali di sana, tidak ada batasan waktu kapan diajukan nah ini persoalannya. Ditambah lagi ada putusan MK diajukan lebih dari sekali," ucap Prasetyo.

Namun, Prasetyo menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait penanganan pidana mati. Apalagi pihak kejaksaan merupakan eksekutor dari putusan-putusan yang seringkali menuai kontroversi.

"Kita akan proaktif nanti, kita akan berkoordinasi pada semua pihak bagaimana penanganan atas penyelesaian pidana mati," kata Prasetyo.(detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru