Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

FITRA Tuding Proses Seleksi Dirjen Pajak Main-main

- Sabtu, 06 Desember 2014 14:34 WIB
361 view
Jakarta (SIB)- Proses seleksi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil meloloskan 11 calon direktorat jenderal pajak yang berasal dari pegawai negeri sipil. Sementara kandidat yang berasal dari non PNS dan kalangan profesional semuanya gugur.

Menyikapi hal tersebut, Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menilai lelang jabatan Direktorat Jenderal Pajak dianggap hanya main-main saja.

"Lelang jabatan Dirjen Pajak ini main-main karena pesertanya pegawai negeri semua. Harusnya kalangan profesional atau non PNS juga diikutsertakan," kata Uchok saat dihubungi, Jumat (5/12).

Uchok juga menduga dari sebelas peserta calon Dirjen Pajak ada di antaranya memiliki rekening gendut sehingga kredibilitasnya sangat diragukan untuk memimpin lembaga pengumpul pajak dari berbagai perusahaan. Apabila mereka terpilih, bisa saja akan berdampak negatif bagi Dirjen Pajak.

"Kalau terpilih bisa menyelamatkan orang-orang tertentu yang tidak membayar pajak," ujarnya.

Untuk menyingkapi hal tersebut, FITRA menyarankan, seharusnya seleksi diikuti oleh kandidat calon yang memiliki moral dan integritas baik. Sehingga target penerimaan pajak bisa tercapai. Selain itu panitia seleksi juga harus memberikan tawaran dalam pencapaian target pajak.

Di lain pihak, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi menilai korupsi saat ini tidak lagi memandang status sosial.

"Pemuka agama, ustadz, pendeta juga ada yang korupsi. Dan terbaru kemarin kyai haji, Ketua DPRD Bangkalan ikut ditangkap KPK," kata Johan Budi dalam seminar antikorupsi bertema "Jujur dan Bersih dalam Berkarya untuk DJP dan Negeriku" di Kementerian Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sehari sebelumnya Kamis (4/12).

Dia juga menjelaskan bahwa tindak pidana korupsi di Indonesia masih saja terus berlangsung, meski KPK sudah banyak menangkap koruptor. (BAS/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru