Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Kurikulum 2013 Baru Diterapkan Terbatas

*Mantan Mendikbud M Nuh Kecewa Kurikulum 2013 Dihentikan
- Senin, 08 Desember 2014 19:02 WIB
515 view
Jakarta (SIB) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghentikan implementasi Kurikulum 2013 (K-13) di 202 ribu sekolah. Hasil evaluasi memutuskan Kurikulum 2013 hanya akan diterapkan secara terbatas, yakni di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Rasyid Baswedan, memutuskan untuk menghentikan penerapan K-13 di sekolah yang baru mengimplementasikan K-13 selama satu semester. Sedangkan bagi sekolah yang sudah menerapkan K-13 selama tiga semester diperbolehkan untuk terus menyelenggarakan.

Untuk diketahui, jumlah total sekolah yang sekarang ini sudah mejalankan K-13 mencapai 208.000 sekolah. Sedangkan yang masuk kriteria tiga semester jumlahnya hanya 6.221 unit sekolah, dengan perincian SD 2.598 sekolah, SMP 1.437 sekolah, SMA 1.165 sekolah, dan SMK 1.021 sekolah.

Artinya, akan ada sekitar 202 ribu sekolah yang harus kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. “Hanya 6.221 sekolah yang boleh menerapkan K-13, sisanya akan kembali menggunakan Kurikulum 2006,” kata Anies dalam konferensi pers Kelanjutan Kurikulum 2013 di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (5/12).

Keputusan itu mulai diterapkan Januari mendatang, atau bertepatan dengan dimulainya semester genap tahun ajaran 2014-2015. Itu pun masih diberi catatan Kemdikbud tidak memaksakan ke-6.221 sekolah untuk menerapkan K-13.

Jika ada sekolah yang merasa tidak siap, dipersilakan untuk menyampaikannya ke Kemdikbud. “Kalau sekolah yang sudah tiga semester tersebut tidak siap, silakan sampaikan ke Kemdikbud,” ujarnya.

Terkait dengan keputusan tersebut, Anies akan segera mengirimkan surat edaran agar sekolah-sekolah mengetahui keputusan tentang resmi K-13. Para guru dan sekolah yang tidak kembali ke KTSP diimbau untuk tidak khawatir.

Sebaliknya, guru justru diminta tetap aktif mengembangkan metode pembelajaran di kelas sekreatif mungkin. Sebab menurut Anies, dengan KTSP pun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan sistem belajar yang tematik. “Kembangkan pembelajaran di kelas, dan keluar dari praktik lama proses belajar mengajar,” tegas penggagas gerakan Indonesia Mengajar ini.

Ke depan, 6.221 sekolah penyelenggara K-13 akan menjadi prototipe atau sekolah percontohan bagi pengembangan K-13 ke depannya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga menyampaikan akan mengubah skema pelatihan guru. Jika di era sebelumnya berbasis guru, ke depan pelatihan guru dan kepala sekolah akan berbasis sekolah.

“Jadi targetnya bukan berapa guru yang sudah dilatih. Orientasinya adalah berapa sekolah yang sudah dilatih dan disiapkan untuk menjalankan K-13,” sebut lulusan Universitas Gadjah Mada itu.

CETAK BUKU

Terkait proses penggandaan buku K-13, Anies menginstruksikan agar kontrak baru pengadaan buku yang belum dilakukan segera dihentikan. Sedangkan bagi daerah yang sudah telanjur melakukan kontrak baru dipersilakan melanjutkan proses cetak dan distribusinya.

Nantinya, buku-buku yang sudah telanjur dicetak agar disimpan untuk digunakan saat sekolah yang bersangkutan dinyatakan siap menerapkan K-13.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar, Hamid Muhammad, menambahkan bahwa dalam pelatihan guru tetap akan melibatkan instruktur nasional. “Tetap akan dilatih oleh instruktur nasional, hanya saja dilatih per sekolah,” pungkasnya.

Mantan Mendikbud M Nuh Kecewa

Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan memutuskan untuk menghentikan penggunaan Kurikulum 2013. M Nuh, mantan Mendikbud yang menggagas kurikulum 2013 itu mengaku sangat kecewa.

"Terus terang saya sangat kecewa dengan penghentian kurikulum 2013 ini," ujar M Nuh saat berbincang, Minggu (7/12). Nuh mengatakan, dulu ketika dia meluncurkan Kurikulum 2013, banyak pihak yang menganggapnya tergesa-gesa melakukan langkah tersebut. Nah sekarang, dia melihat penghentian Kurikulum 2013 ini tak ubahnya dengan tudingan yang dia dapatkan dulu.

"Kalau dulu kita dibilang tergesa-gesa. Ini kurang dari satu bulan, sudah diambil keputusan. Padahal ini sesuatu yang luar biasa dan menyangkut khalayak banyak," ujar mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu.

Nuh mengatakan pada tahun 2013, pemerintah sudah mulai menerapkan kurikulum 2013 pada 6.013 sekolah. Dan selama penerapan itu menurutnya tidak ada persoalan substansif yang muncul.

"Kalau memang ada, taruhlah memang menyesatkan begitu. Tentu pada 6.013 sekolah itu juga diberhentikan," ujar Nuh.

Terkait dengan penghentian kurikulum 2013 ini Anies Baswedan berpendapat kurikulum pendidikan seharusnya disiapkan secara matang. Penghentikan itu diterapkan bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester.

"Kurikulum itu adalah suatu produk yang selalu disiapkan secara matang. Di seluruh dunia kalau menerapkan kurikulum, di mana kurikulumnya harus matang dulu, dievaluasi dan diperbaiki," kata Anies Sabtu (6/12) kemarin.

Anies menyebut sebenarnya kurikulum 2013 yang sudah diberlakukan di seluruh Indonesia, belum dievaluasi. Padahal, pihak yang merasakan langsung yaitu guru dan murid belum siap menerima kehadiran kurukulum ini. "Yang terjadi di 2013, kurikulum dilaksanakan di seluruh Indonesia padahal belum dievaluasi. Evaluasi apa? Konsistensi ide dengan desain, konsistensi desain dengan materi ajar. Kemudian belum dilihat lagi impactnya," katanya.(KJ/dtc/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru