Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

SBY Tunjukkan Tradisi Positif

- Rabu, 10 Desember 2014 18:51 WIB
341 view
Jakarta (SIB)- Kunjungan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta Wapres Jusuf Kalla (JK) secara terpisah, Senin (8/12) digambarkan sebagai sebuah tradisi positif yang menggambarkan kerukunan dan saling menghormati antar pimpinan nasional. Hal tersebut juga memberi pesan kepada masyarakat bahwa meskipun sudah berstatus mantan presiden, SBY tetap memberi dukungan konstruktif kepada penerusnya.

Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ahmad Basarah melihat, sebagai mantan presiden selama satu dekade, figur SBY memiliki sisi negatif dan positif. Namun, dia yakin lebih banyak sisi positif dalam pribadi SBY, termasuk saat  tidak lagi menjadi presiden.

Sisi positif dimaksud, menurutnya, adalah pikiran, jiwa, dan perilaku politik SBY yang sangat mencerminkan seorang negarawan yang cinta bangsa dan tanah air. Hal itu ditunjukkannya dengan kesediaannya bertamu kepada Presiden Jokowi dan Wapres JK, kurang dari 2 bulan setelah dia lengser dari tampuk kepresidenan.

Dalam catatan, sangat jarang terjadi kunjungan mantan presiden kepada presiden yang masih memerintah. Pada April 2009, mantan presiden BJ Habibie bertamu ke Presiden SBY. Hal yang sama dilakukan SBY, pada Senin kemarin.

 Ciri kenegarawanan yang tecermin dalam tindakan SBY, lanjut Basarah, adalah pernyataan dukungannya kepada pemerintahan Jokowi-JK. "Pak SBY sangat tahu bahwa mendukung pemerintahan Jokowi-JK adalah bagian dari upaya membangun bangsa agar lebih baik," ujarnya, Selasa (9/12).

Dia menambahkan, SBY juga sepenuhnya menyadari, hanya dengan stabilitas pemerintahan dan stabilitas politik, pembangunan nasional dapat terlaksana dengan baik dan berkesinambungan. "Oleh karenanya, mendukung penguatan sistem presidensial adalah tanggung jawab seorang negarawan seperti SBY. Dalam konteks inilah, kami masih bisa memiliki kepercayaan kepada SBY," katanya.

Untuk itu, Basarah yakin, sinyal dukungan yang diberikan dalam pertemuan dengan Jokowi dan JK akan segera terwujud. "Seorang negarawan itu katakatanya bisa dipegang. Sebagai negarawan, kata-kata dan janji beliau dapat dibuktikan. Sebab bila Pak SBY tak membuktikan pernyataan dan janjinya bisa dipegang dan dipercaya, dengan sadar SBY sedang meruntuhkan kewibawaannya sendiri," jelasnya. (SP/i)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru