Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

TNI AU Deteksi Ratusan Kapal Illegal Fishing, Panglima TNI: AL akan Eksekusi

- Kamis, 11 Desember 2014 15:53 WIB
223 view
Jakarta (SIB)- Pesawat intai TNI Angkatan Udara mendeteksi adanya ratusan kapal pencuri ikan di Perairan Laut Aru, Maluku. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun mengatakan jajarannya di Angkatan Laut akan mengeksekusi tindakan pelanggaran tersebut.

"Patroli udara dari informasi TNI AU ditransfer lagi ke TNI AL. AL akan melakukan eksekusi. Ini harus berjalan agar efesien," ungkap Moeldoko usai pelepasan Kontingen Garuda untuk misi perdamaian ke Lebanon di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Rabu (10/12).

Moeldoko menyatakan, TNI bersama jajaran kementerian harus bersinergi dalam mengatasi illegal fishing. Permasalahan pencurian ikan disebutnya harus diatasi secara bersama-sama agar berkesinambungan dan tepat sasaran.

"Kita sedang satukan. Tidak sendiri-sendiri, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan nanti ditransfer ke TNI AL dan TNI AU. Jangan AU berangkat ke mana, illegal fishing ke mana. Saya sudah bicara dengan Pak Indroyono (Menko Kemaritiman) agar sinergikan ini. Semua bergerak satu arus," kata Jenderal Bintang 4 itu.

Untuk pengamanan illegal fishing, TNI sendiri akan menambah radar di Indonesia bagian Timur. Saat ini radar fix (radar tetap) yang dimiliki Indonesia baru tersebar di wilayah Indonesia Barat, sementara wilayah Timur baru tercover dengan radar mobile yang ada di kapal-kapal TNI.

"(Penambahan radar laut di Indonesia timur) saya belum bisa jawab pasti tapi sedang dipikirkan untuk cover itu. Belum bisa jawab pasti nanti," tutup Moeldoko.
Sebelumnya, pesawat intai Boeing 737 Al-7302 mendeteksi adanya ratusan kapal illegal fishing di Laut Aru saat sedang melakukan operasi Sayap Maleo 2014 dengan rute Merauke-Laut Arafuru. Pada Senin (8/12), pesawat intai berhasil merekam kegiatan ratusan kapal berukuran besar sedang melakukan kegiatan mencurigakan.

Setelah diidentifikasi secara visual, kapal-kapal tersebut menggunakan bendera merah putih untuk menyamarkan identitasnya. TNI AU pun melaporkan temuannya ke Kemenko Kemaritiman untuk tindakan selanjutnya.(detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru