Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Obama Perintahkan Perang Tanpa Henti terhadap ISIS

* ISIS Kembali Penggal Seorang Pria di Suriah
- Kamis, 11 Desember 2014 19:19 WIB
449 view
Washington (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama memerintahkan perang tiada henti terhadap kelompok radikal ISIS. Termasuk serangan-serangan udara di Suriah dan memperluas operasi di Irak untuk menghancurkan kelompok jihadis tersebut. Dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi, Obama membeberkan kebrutalan ISIS, yang juga telah memenggal dua jurnalis AS dan menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah. "Mereka mengeksekusi para tahanan. Mereka membunuh anak-anak. Mereka memperbudak, memperkosa dan memaksa kaum wanita menikah dengan pria bukan pilihannya," ujar Obama seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (10/12). Menurut Obama, kebiadaban seperti itu hanya akan memicu satu respons.

"Tujuan kita adalah jelas, kita akan melemahkan dan pada akhirnya menghancurkan ISIL lewat strategi kontra-terorisme yang komprehensif dan berkelanjutan," tutur Obama menyebut ISIS dengan nama lain ISIL. "Saya tak akan ragu untuk bertindak terhadap ISIL di Suriah, juga Irak," tukasnya. "Ini prinsip inti kepresidenan saya, jika kalian membahayakan Amerika, kalian tak akan menemukan tempat aman," tegas Obama.

Menurut seorang pejabat senior AS, pernyataan Obama tersebut mencerminkan akan adanya perintah untuk operasi militer di Suriah, meski selama ini Obama enggan untuk terlibat lebih jauh dalam konflik Suriah. "Akan ada tindakan di Suriah," tutur pejabat yang enggan menyebutkan kapan serangan pertama itu akan terjadi.  Seorang pejabat senior Pertahanan AS menyampaikan hal senada. "Militer AS siap melakukan aksi langsung terhadap target-target ISIL di Suriah," cetusnya.

Tingkatkan Serangan Udara

Amerika Serikat akan meningkatkan serangan-serangan udaranya terhadap para militan ISIS di Irak. Sebanyak 475 tentara AS pun akan dikirim untuk melatih pasukan Irak. "Bekerja sama dengan pemerintah Irak, kami akan memperluas upaya-upaya kami di luar melindungi rakyat kami sendiri dan misi kemanusiaan, sehingga kami menghantam target-target ISIL seiring pasukan Irak melakukan penyerangan," ujar Presiden AS Barack Obama. Dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi lokal, Obama menyampaikan tentang pengiriman pasukan tambahan 475 personel ke Irak.

"Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, pasukan Amerika ini tak akan melakukan misi tempur -- kita tak akan terseret ke perang darat lainnya di Irak," imbuh Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/12). "Namun mereka diperlukan untuk mendukung pasukan Irak dan Kurdi dengan pelatihan, intelijen dan peralatan," sebut Obama dalam pidatonya. Pada 8 Agustus lalu, AS mulai melancarkan rangkaian serangan udara di atas wilayah Irak, yang bertujuan untuk menghentikan gerak maju kelompok ISIS yang mengancam kota Arbil, tempat beradanya misi-misi diplomatik Irak. ISIL atau IS atau Daulah Islamiyah merupakan nama lain ISIS.

Penggal Seorang Pria

Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kembali melakukan pemenggalan di Suriah. Seorang pria dilaporkan dipenggal di depan umum setelah dituding melakukan penghujatan agama. Laporan yang disampaikan organisasi pemantau HAM, Observatory for Human Rights menyebut bahwa pria ini dipenggal di kota Sulouk pada Senin (8/12) waktu setempat. Pemenggalan ini dilakukan di alun-alun setempat dan di hadapan banyak warga, termasuk anak-anak.

Menurut pernyataan yang diposting dalam situs jihad, seperti dilansir Reuters, Rabu (10/12), disebutkan bahwa pria yang dipenggal tersebut telah mengaku bersalah atas dakwaan penghujatan agama, sebelum dieksekusi. Situs jihad tersebut juga menampilkan gambar kerumunan warga di alun-alun setempat, yang tengah menyaksikan pemenggalan pria yang tidak disebut namanya tersebut.

Salah satu foto menunjukkan pria yang ditutup matanya tersebut sedang berlutut dengan kepalanya diletakkan di atas balok kayu. Di belakangnya terdapat seorang pria berpenutup wajah dalam pakaian serba hitam, tengah mengangkat pedang di atas leher pria tersebut.

Observatory meyakini bahwa ISIS telah banyak memenggal dan merajam orang-orang di wilayah yang mereka kuasai di Irak dan Suriah. Alasan pemenggalannya sebagian besar karena dianggap bertentangan dengan hukum Islam yang diyakini ISIS atau Daulah Islamiyah, seperti perzinahan, mencuri dan penghujatan agama. Pekan lalu, Observatory menyatakan, ISIS telah menewaskan 1.432 warga Suriah di medan pertempuran semenjak mendeklarasikan Daulah Islamiyah pada Juni lalu. (AP/R16/AFP/dtc/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru