Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Menhan: Sebesar Apapun Kapalnya, Kalau Maling Kami Tenggelamkan

*Pesawat Intai TNI Deteksi Ratusan Kapal Pencuri Ikan yang Menyamar di Laut Aru
- Kamis, 11 Desember 2014 19:24 WIB
214 view
Jakarta (SIB)- TNI AL baru saja menenggelamkan 3 kapal nelayan berukuran sedang berbendera Vietnam karena mencuri di Perairan Indonesia. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun mengaku tak gentar menghadapi kapal-kapal pencuri ikan walau bentuknya besar dan yakin TNI mampu menenggelamkannya.

"Mau sebesar apapun (kapalnya) kalau maling ya diselesaikan. Kalau mencuri terus, tidak ada surat-surat kemudian berulang kali diingatkan, dilepaskan mencuri lagi, ya ditenggelamkan saja," kata Ryamizard usai acara pengangkatannya sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir di Bumi Marinir, Cilandak, Jaksel, Selasa (9/12/2014).

Meski begitu, Ryamizard mengingatkan bahwa sebelum kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan, awak-awak kapal tersebut terlebih dahulu dievakuasi. Menurutnya jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang salah kaprah dengan menilai kapal illegal fishing ditenggelamkan bersama awak kapalnya. Ia yakin kekuatan kemaritiman Indonesia melebihi negara-negara tetangga sehingga bisa menanggulangi pencurian ikan.

"Orangnya di uruh keluar dulu baru kapalnya (ditenggelamkan). Jangan sampai berkonotasi ini pasti (ditenggelamkan) dengan orang-orangnya, ya nggak," kata mantan KSAD ini.

"Kapal kita cukup dibanding negara tetangga. Kita kan nomor 19 di seluruh dunia, nomor 9 di Asia Pasifik. Berarti kan di negara tetangga kita yang baik saat ini. Tentara dibuat untuk menjaga kedaulatan, diberdayakan harus. Ingat ya, di dunia ini ada 3 negara besar yang punya marinir yang kuat, salah satunya Indonesia," sambung Ryamizard.

Jenderal Bintang 4 ini pun menyatakan akan terus meningkatkan keamanan kemaritiman Indonesia. Mengingat perairan Indonesia yang sangat luas sehingga banyak sekali terjadinya pencurian-pencurian ikan oleh nelayan-nelayan negara tetangga.

"Ke depan juga pasti, setiap tahun pasti ditingkatkan, pasti dimodernisasikan, pasti itu, karena itu tugas kita. Hampir seluruhnya (perairan Indonesia rawan illegal Fishing), terutama di bagian Timur. Indonesia Timur itu lautnya mampu menghidupi separuh penduduk dunia, bayangkan begitu banyaknya ikan," Ryamizard menjelaskan.

Terkait kapal-kapal milik nelayan Vietnam yang diledakkan oleh TNI AL beberapa waktu lalu, Ryamizard memastikan hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Vietnam masih tetap baik. Peledakan kapal dilakukan disebutnya sebagat tindakan hukum atas pelanggaran oknum nelayan di wilayah Indonesia, bukan dengan pemerintahnya.

"Kita tetap bersahabat dengan Vietnam, dengan siapa saja negara-negara Asean. Ikatan Asean tetap harus kuat. Tapi namanya maling, jangankan Vietnam, orang kita sendiri kalau maling ya ditangkep lah. Jadi nggak pilih bulu," tutup Ryamizard.

PESAWAT INTAI TNI DETEKSI

Tak hanya TNI Angkatan Laut yang bekerja menindak tindakan pencurian ikan di perairan Indonesia. Pesawat intai TNI Angkatan Udara berhasil mendeteksi ratusan kapal asing yang tengah mencuri ikan di Laut Aru, Maluku.

Kapal-kapal tersebut terpantau dari foto udara melakukan penyamaran dengan memasang Bendera Merah Putih.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan TNI AU berhasil mendeteksi adanya kegiatan penangkapan ikan ilegal atas permintaan Kemenko Kemaritiman yang menduga banyak terhadinya pencurian ikan dari kapal asing di perairan tersebut.

TNI AU yang menerbangkan Pesawat intai Boeing 737 AI-7302 miliknya pun berhasil mendeteksi ratusan kapal illegal fishing yang beraktivitas di Laut Aru pada Senin (8/12).

"Boeing 737 diterbangkan ke sasaran dengan rute Merauke-Laut Arafuru Merauke dengan nama operasi Sayap Maleo 2014 dan berhasil merekam kegiatan kapal illegal fishing di perairan Laut Aru," kata Hadi dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (9/12/2014).

Pesawat Boeing 737 milik TNI AU tersebut dilengkapi dengan kemampuan foto udara. Dari operasi tersebut, TNI AU pun menangkap obyek ratusan kapal dengan ukuran besar sedang melalukan aktivitas mencurigakan.

"Pesawat intai yang dipiloti oleh Kapten Pnb Hendro Sukadani itu menangkap objek ratusan kapal ukuran besar tengah melakukan aktivitas mencurigakan. Setelah mengidentifikasi secara visual, terlihat bahwa kapal-kapal tersebut menggunakan bendera merah putih untuk menyamarkan identitasnya," kata Hadi.

Hasil pengintaian yang dilakukan oleh TNI ini pun disebut Hadi akan dilapirkan ke Kemenko Kemaritiman. "Identifikasi dan hasil foto target kapal tersebut segera dilaporkan ke Kemenko Kemaritiman untuk tindakan selanjutnya," tutup Hadi.
(detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru