Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Longsor Lagi di Banjarnegara, Korban Tewas 63 dan 108 Hilang

- Rabu, 17 Desember 2014 11:41 WIB
483 view
 Longsor Lagi di Banjarnegara, Korban Tewas 63 dan 108 Hilang
Banjarnegara (SIB)- Bencana longsor masih terus terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kali ini jalan utama Karangkobar-Dieng ataupun Pekalongan mengalami longsor hingga menutup jalan sekitar 50 meter.

"Saat itu sedang hujan. Tiba-tiba terdengar suara bruk, ternyata bukit di sebelah kiri jalan (dari arah Karangkobar) longsor," kata salah seorang warga, Sukardi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (16/12). Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno, membenarkan kejadian tersebut.

"Iya ada longsor sekitar 50 meteran, tepatnya di simpang tiga Payaman, jalan utama menuju Dieng-Pekalongan ambles," ujar Hadi Supeno.

Menurut Hadi Supeno, jalan tersebut merupakan jalan utama untuk suplai BBM alat berat yang digunakan untuk proses pencarian korban longsor di Dusung Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Banjarnegara, Jawa Tengah.

Selain longsor, pihaknya juga menerima laporan adanya rekahan di Desa Kertosari Kecamatan Kalibening serta di Desa Gintung Kecamatan Wanayasa. "Di Desa Kertosari sebanyak 130 keluarga mengungsi dan di Dusun Gintung ada 30 keluarga, mereka takut dengan kondisi itu," ujar Hadi Supeno.

Total Korban Tewas 63 Jiwa

Jenazah korban tanah longsor di Banjarnegara terus dievakuasi. Hingga siang kemarin total ada 63 jenazah yang ditemukan. Diperkirakan masih ada 108 korban lain yang hingga kini belum ditemukan.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana mengatakan di Desa Sampang total ada 308 warga, 200 orang di antaranya sudah dievakuasi dalam kondisi selamat atau tewas. Masih ada 108 warga lagi yang masih hilang. "200 dievakuasi, 108 masih hilang. Hari ini ditemukan 7 jenazah, totalnya 63 jenazah sampai pukul 11.20," kata Sarwa saat ditemui di kantornya, Selasa (16/12).

Sementara itu jumlah pengungsi sudah mulai menurun di 10 titik pengungsian. Sebelumnya sekitar 1.800 warga mengungsi termasuk yang berada di luar Kecamatan Karangkobar karena panik jika wilayahnya juga terkena longsor.

"Jumlah 1.141 pengungsi, kemarin melambung 1.800 orang karena di luar Kecamatan Karangkobar sudah ada satu dusun yang panik," tandas Sarwa.

Terkait rentang waktu evakuasi, lanjut Sarwa, pihaknya akan mengevaluasi setelah 7 hari pencarian. Pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk keluarga korban apakah akan dilanjutkan atau dihentikan.

"Sesuai perintah Presiden, evakuasi akan dilakukan maraton. Setelah 7 hari akan dievaluasi. Harus melibatkan keluarga untuk menghentikan pencarian, kalau kita yakin dengan cuaca baik ya dilanjutkan," pungkasnya. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru