Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Tingkatkan Penjagaan di Perbatasan Laut, 3 Lanal akan Jadi Lantamal

*Kapal Selam TNI AL Sangat Minim
- Rabu, 24 Desember 2014 14:47 WIB
503 view
Jakarta (SIB)- Setelah rencana pembukaan Kodam baru di Sulawesi Utara dan Papua Barat, TNI kembali merencanakan penambahan kekuatannya. Untuk memperkuat penjagaan di perbatasan laut wilayah kedaulatan Indonesia, 3 Pangkalan TNI AL (Lanal) akan dinaikkan statusnya menjadi Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal).

"Ada beberapa status yang ditingkatkan. Status pangkalan AL dari C ke B," ungkap Panglima TNI Jenderal Moeldoko di sela-sela Rapim TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Selasa (23/12).

Menurut Kepala Staf AL Laksamana Marsetio, peningkatan status Lanal menjadi Lantamal dilakukan karena pertimbangan situasi perbatasan di laut. Ada 3 Lanal yang rencananya akan ditingkatkan statusnya, salah satunya Lanal Pontianak di Kalimantan Barat.

"Memang betul. Dalam usulan revisi Perpres 10 tahun 2010 untuk jajaran TNI AL dan pertimbangan situasi perbatasan tentang perbatasan di laut. Untuk di Kalimantan Barat sekarang sudah Lanal kelas B dengan job Kolonel itu akan ditingkatkan jadi Lantamal," jelas Marsetio di lokasi yang sama.

Lanal kedua yang akan ditingkatkan menjadi Lantamal adalah Lanal Tarakan, Kalimantan Utara. Sementara yang ketiga berada di wilayah Indonesia Timur yaitu Lanal Sorong, Papua Barat.

"Demikian juga dengan di Tarakan karena potensi perbatasan di sana akan ditingkatkan dari Kolonel menjadi Bintang 1. Dan yang ketiga di Sorong," kata Marsetio.

KSAL pun menjelaskan, Lanal Sorong ditingkatkan statusnya karena ada rencana pengembangan armada di wilayah itu. Pengembangan itu dilakukan sebagai upaya penambahan pengamanan di wilayah Indonesia Timur menyusul banyaknya aksi-aksi illegal fishing di kawasan tersebut.

"Di Sorong akan ada pengembangan armada, sehingga membutuhkan satu buah Lantamal lagi," tutup Marsetio yang tengah menanti masa pensiun itu.

Dengan peningkatan status ini, Komandan Pangkalan pun nantinya akan berubah. Pasalnya posisi Komandan Lantamal diproyeksikan bagi Perwira Tinggi Bintang 1 yakni Laksamana Pertama (Laksma), sedangkan untuk Komandan Lanal bisa diemban oleh Perwira Menengah berpangkat Kolonel.

Tak hanya itu, pengingkatan status ini juga akan menambah kekuatan armada di Pangkalan serta memperluas kewenangannya. Peningkatan status Pangkalan TNI AL ini juga sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia.

Kapal Selam Milik TNI AL Sangat Minim

Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio mengatakan, jumlah kapal selam yang dimiliki TNI AL mengamankan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat minim.

"Jumlah kapal selam kita ada dua, yaitu buatan Jerman tahun 1980, dan blueprintnya pada 2009. Kapal selam yang dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan NKRI yakni sebanyak 12 kapal selam," ungkap Marsetio dalam Rapim TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/12).

Marsetio mengungkapkan, TNI AL sudah membeli tiga kapal selam yang dibangun di Korea dan PT PAL ikut dalam pembangunan tersebut.

"Dan kapal selam ketiga dibangun di Indonesia. Rencananya akan dibangun di PT PAL," tutur orang nomor satu di TNI AL itu.

Ketika ditanya mengenai kapal milik TNI AL yang terbakar di Banyuwangi, Jawa Timur, Kasal mengakui, kapal tersebut adalah milik TNI AL, yang masih tahap pembuatan, yang belum diserahkan kepada pihak TNI AL.

"Kapal yang tenggelam itu belum sepenuhnya tanggung jawab TNI AL dan masih tanggung jawab asuransi," bebernya. (detikcom/BAS/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru